LAMPUNG — Puncak arus balik lebaran 2016 (1437 H) melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni terjadi pada tiga hari setelah lebaran yang merupakan hari terakhir libur bagi para pekerja kantor, pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah harus masuk pada Senin (11/7/2016). Pelayanan penyeberangan selama 24 jam di lintasan Selat Sunda dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak bahkan mulai landai hingga dini hari. Meski ribuan pemudik arus balik telah kembali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.
Fenomena puncak arus balik yang membludak pada akhir pekan dan mulai landai pada awal pekan terlihat dari perbedaan kondisi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dan jalan lintas timur (Jalintim) yang sebelumnya dipadati pengendara kendaraan bermotor dan kendaraan pribadi kini terlihat lengang. Selain di jalinsum sejumlah rest area, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terlihat sepi dan warung warung dadakan di pinggir jalan mulai dibongkar seiring dengan mulai sepinya arus balik. Sebagian besar kantong parkir di dermaga pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan yang semula dipadati oleh berbagai jenis kendaraan hingga Minggu dini hari bahkan mulai lengang pada Senin pagi.
Direktur utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia, Ferry Danang S Baskoro mengungkapkan, fenomena arus balik melalui pelabuhan Bakauheni menuju pelabuhan Merak pada angkutan lebaran tahun 2016 (1437 Hijriyah) berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya pemudik arus balik membludak akibat masa liburan siswa sekolah dan pekerja bersamaan berdampak pada kepulangan pemudik yang berbarengan.
“Kami prediksi puncak arus balik terjadi Minggu dan sesuai prediksi semua jenis penumpang dan kendaraan telah kita seberangkan ke Pulau Jawa meski ternyata berdasarkan data masih banyak pemudik yang belum kembali ke pulau Jawa,”ungkap Danang S Baskoro saat dikonfirmasi sejumlah media di Bakauheni, Senin (11/7/2016).
Besarnya jumlah pemudik arus balik yang belum kembali pada awal pekan ini menurut Danang diantaranya terjadi akibat faktor liburan siswa sekolah yang masih berlangsung hingga pekan depan. Sebagian besar pemudik yang berjumlah sekitar 354.486 orang belum kembali pada H plus empat diprediksi akan berdampak pada puncak arus balik gelombang kedua yang masih akan berlangsung hingga akhir pekan depan.
Landainya arus balik pada pekan ini menurut Danang terutama pengguna jasa penyeberangan kapal akibat sudah diseberangkannya sebanyak 387.183 orang pemudik dalam arus balik gelombang pertama yang mencapai 52 persen terdiri dari sebanyak 77.178 penumpang pajelan kaki dan sebanyak 310.005 penumpang dalam kendaraan. Meski landai, pihak PT ASDP tetap siaga dengan diprediksi meningkatnya arus balik pada libur lebaran saat akhir liburan pada pekan depan terutama saat siswa sekolah mulai masuk sekolah.
“Sementara sebagian pemudik telah kembali dan terlihat volume kendaraan yang menyeberang ke Pulau Jawa atau dari Pulau Jawa ke Sumatera mulai sepi namun ASDP tetap siaga adanya prediksi puncak arus balik gelombang kedua,”terang Danang.
Prediksi perusahaan plat merah di sektor transportasi laut tersebut cukup beralasan dengan catatan data yang dihitung berdasarkan perbandingan arus mudik dari Merak Banten dan arus balik dari Pelabuhan Bakauheni Lampung. ASDP bahkan mencatat dominasi belum kembalinya penumpang terbanyak merupakan pemudik pejalan kaki dalam arus balik sebanyak 354.486 orang, sementara kendaraan roda dua yang belum kembali hanya mencapai 35.690 unit, kendaraan roda empat yang belum kembali sebesar 41.424 unit.
Tingginya arus kepulangan pemudik saat balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak bahkan terpantau dari banyaknya jumlah trip kapal yang mencapai 109 trip dalam kurun waktu satu hari dan jumlah kapal beroperasi sebanyak 29 unit kapal.
Pantauan Cendana News mulai landainya arus balik pada awal pekan ini membuat sejumlah petugas dalam operasi kemanusiaan arus mudik mulai ditarik dari pelabuhan Bakauheni diantaranya anggota Pramuka, PMI, Basarnas sementara petugas keamanan dari Polres Lampung Selatan masih tetap bersiaga di pelabuhan Bakauheni. Meski tetap siaga di pelabuhan Bakauheni jumlah personil dalam operasi Krakatau Ramadniya 2016 mulai dikurangi.
Pengurus Truk Alami Kerugian Selama Pelarangan
Berkurangnya volume kendaraan dan penumpang melalui pelabuhan Bakauheni mengakibatkan larangan truk non sembako beroperasi hingga H plus empat dini hari mulai dilonggarkan. Lengangnya Jalinsum dari kepadatan arus kendaraan mengakibatkan sejumlah pengurus truk ekspedisi melihat situasi tersebut untuk menyeberangkan truk non sembako.
“Selama hampir dua pekan kami tidak mendapat pemasukan dari jasa ekspedisi akibat larangan truk non sembako beroperasi, namun melihat situasi beberapa truk tetap boleh melintas,”ungkap Yanto salah satu pengurus jasa penyeberangan truk.
Sebagai langkah menyiasati kondisi tersebut Yanto bahkan mengubah pola pengangkutan truk yang semula mengangkut barang non sembako memilih mengangkut barang kebutuhan pokok untuk menghindari kerugian. Beberapa pengurus truk mengaku selama arus mudik mengalami kerugian berkisar Rp1jt-Rp2jt lebih selama dua pekan akibat pelarangan kendaraan truk menyeberang ke Bakauheni.
Yanto mengakui pengurus jasa ekspedisi truk berharap setelah H plus empat pihak PT ASDP memperbolehkan truk non sembako menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni sehingga aktifitas mereka masih tetap bisa berjalan dan pengurus truk bisa mencari penghasilan yang sempat mengalami kerugian selama diberlakukannya kebijakan pelarangan truk beroperasi.