Akibat Hujan Tinggi, 3.000 Bibit Tembakau di Sleman Mati

SENIN, 18 JULI 2016

YOGYAKARTA — Akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan tinggi dan tidak teratur, sedikitnya 3.000 bibit tembakau yang telah disemai petani di Desa Kalasan, Sleman, mati dan terpaksa dirombak lagi. Petani terpaksa mengadakan bibit tembakau lagi sebagai pengganti, sehingga biaya produksi di awal musim tanam menjadi berlipat. Karenanya, petani berharap di musim panen nanti harga jual tembakau bisa lebih tinggi agar bisa menutup kerugian.

Bibit tembakau
Dibantu 9 tenaga kerja terdiri dari 7 orang tenaga buruh tani perempuan dan 2 buruh laki-laki, Wasiman (51) ditemui Senin (18/7/2016), mengaku terpaksa mengulangi lagi proses tanam tembakaunya dari awal. Mulai dari membajak ladang kembali untuk meratakan dan menggemburkan tanah, menanam bibit dan memberinya pupuk. Jika dinominalkan, kata Wasiman, kerugian di awal musim tanam sudah mencapai sekitar Rp. 2.000.000 rupiah. Perhitungan ini, menurutnya, didasarkan pada harga bibit tembakau jenis bligon sebesar Rp. 70.000 Per Batang, biaya membajak ladang seluas 2.500 meter persegi sebanyak dua kali sebesar Rp. 500.000 dan upah untuk 10 tenaga kerja yang rata-rata sebesar Rp. 35-70.000 per orang.
Menanam tembakau
Proses ulang menanam tembakau itu, kata Wasiman, terpaksa harus dilakukan. Pasalnya, jika bibit tembakau yang telah terlanjur ditanam dan banyak yang mati akibat curah hujan tinggi dipaksakan untuk terus dirawat, justru akan menambah kerugian semakin besar. Selain karena hasil panennya dipastikan tidak bisa maksimal, juga biaya perawatannya akan semakin membengkak.
Wasiman, Petani tembakau
Karenanya pula, Wasiman dan sejumlah petani tembakau lainnya hanya bisa berharap musim kemarau yang menurut perhitungannya sudah mulai pada bulan kemarin benar-benar kemarau dan tidak ada hujan ekstrim yang tiba-tiba datang mengguyur. Kecuali itu juga berharap harga jual tembakau nanti bisa lebih tinggi. Menurut Wasiman, harga jual tembakau kering kualitas bagus pada musim panen tahun kemarin hanya Rp. 140.000 Per Kilogram. Harga tersebut, diakui Wasiman sudah cukup bagus. Hanya saja, dengan adanya kerugian di awal musim tanam kali ini, Wasiman berharap sekiranya nanti harga jual tembakau kering bisa mencapai Rp. 160.000 Per Kilogram, agar bisa menutupi kerugian akibat cuaca ekstrim. (koko)
Lihat juga...