58 Tahun Beroperasi, Wahana Kereta Api Mini Di Taman Lalu Lintas Tetap Favorit Saat Lebaran

JUMAT, 8 JULI 2016

BANDUNG — Layaknya musim mudik, dimana masyarakat berbondong-bondong pulang kampung menggunakan kereta api. Penampakan hampir serupa terlihat pula di Taman Lalu Lintas, Jalan Belitung, Kota Bandung, Jumat (8/7/2016).

Bedanya, kereta di tempat ini hanyalah sebatas wahana permainan yang diperuntukan bagi anak-anak. Kendati demikian orang dewasa pun boleh menggunakan sarana  kereta api mini ini. 
Pengawas Lapangan Taman Lalu Lintas, Dance Saeful menyampaikan, dengan merogoh kocek Rp 5000 penumpang diajak berkeliling di komplek Taman Lalu Lintas. 
“Kalau seperti hari Lebaran seperti ini kita mengoperasikan dua kerata api mini, berbeda dengan hari-hari biasa, kita hanya gunakan satu kereta. Untuk satu kereta ada empat gerbong bisa muat 30 penumpang,” ujar Dance di lokasi, Jumat (8/7/2016).
Dikatakan, wahana kereta api mini ini sudah berusia 58 tahun. Memang untuk gerbong ada perombakan, dimana kini sudah tidak orisinil sebagaimana pada awalnya terbuat dari kayu. Begitu pula dengan mesin yang digunakan. 
“Dulu waktu pertama diresmikan tahun 1958 wahana ini (kereta api mini) memang sudah ada. Tapi gerbongnya tidak seperti yang terlihat sekarang,” ucapnya.
Dance mengklaim, dari wahana yang tersedia di Taman Lalu Lintas, kereta api mini ini yang memang selalu ramai didatangi pengunjung.
“Dari tahun ke tahun kereta api mini ini memang yang paling banyak dinaiki,” tukasnya.
Sementara itu, Sofia (35) salah satu pengunjung, mengaku menjadi ingat masa kecilnya setelah menumpangi kereta api mini. Sebagai warga Jakarta yang mudik  ke Kota Bandung, ia memilih memboyong putranya ke Taman Lalu Lintas disanding pergi ke tempat wisata lainnya. 
“Soalnya kalau ke tempat lain pasti macet, jadi milih yang di Kota saja. Lagian kan kalau di sini saya jadi teringat waktu kecil dulu, nah sekarang saatnya bawa anak ke sini,” ujar Sofia.
Adapun Aditya (5), mengaku girang berkesempatan menggunakan kereta api mini untuk yang pertama kalinya. “Senang, tadi puter-puter tapi sebentar,” ucapnya. (Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...