UNESCO Akui Tari Legong Keraton Denpasar Warisan Budaya Dunia

MINGGU, 12 JUNI 2016

BALI — Tari Legong Keraton Kota Denpasar meraih pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu Harta Benda Warisan Budaya Kota Denpasar dari tiga jenis tarian dari Bali yang meraih penghargaan dari UNESCO dalam tajuk Three Genne of Traditional Dance In Bali. Demikian disampaikan Dirjen Kebudayaan Kementerian Republik Indonesia, Hilmar Farid saat menyatakan penetapan Tari Legong Keraton sebagai harta tak benda warisan budaya Kota Denpasar, Minggu 12 Juni 2016 di Lobby Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Menurut Hilmar, penetapan Tari Legong Keraton sebagai harta tak benda warisan budaya Kota Denpasar merupakan salah satu bukti bahwa kebudayaan ini tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai dekorasi dari sebuah pembangunan. Kebudayaan, ia melanjutkan, bukan lagi hanya sebagai pelengkap dalam sebuah acara, melainkan sekarang ini sebuah pembangunan itu memang untuk meningkatkan tarap kebudayaan dari manusia, dalam hal ini masyarakat itu sendiri. Dan Bali, khususnya Denpasar, di dalam hal ini berada di baris terdepan, dengan bukti sebuah moto pelayanan di Kota Denpasar yakni ‘Sewaka Dharma’ yakni melayani adalah kewajiban yang diterapkan juga di dalam semua pelayanan termasuk kebudayaan. “Karena tidak banyak tempat di daerah di Indonesia menjadikan kebudayaan di suatu dinas tersendiri dan diharapkan ini bisa di ikuti di negara-negara lain. Sebagai contoh Kota Denpasar ini bisa di garis depan mewartakan kepada masyarakat Indonesia akan arti penting sebuah kebudayaan,” ungkap Hilmar Farid. Dan penyerahan sertifikat Three Genne Of Traditional Dance In Bali akan di berikan nanti malam di Setia Dharma House of Mask and Puppels, Ubud.
Sementara Walikota Rai Mantra mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri dan Bapak Dirjen Kebudayaan Kementerian RI karena sudah berjuang membawa warisan budaya Denpasar ke UNESCO, sampai Kota Denpasar meraih sebuah penghargaan/pengakuan bahwa Tari Legong Keraton sebagai sebagai harta tak benda warisan budaya Kota Denpasar. Di mana nafas budayalah yang membuat Denpasar bisa seperti sekarang ini.
“Jadi memang perlu suatu secara mendalam kita menghargai para budayawan dan seniman kita, sehingga kebudayaan ini mampu dia untuk dikembangkan, dilestarikan atau mungkin interprestatasi yang sangat baik dari budayawan kita untuk dikembangkan dan juga kemampuan kita di dalam mengiteraksikan adaptasi-adaptasi yang ada atau keadaan-keadaan yang ada sekarang ini, sehingga hasilnya ini berdampak kepada ekonomi dan sosial, terutama kepada para seniman dan budayawan kita untuk mereka itu terus berkarya dan berkembang dengan identitas yang kita miliki,” ujar Rai Mantra.(Bobby Andalan)
Lihat juga...