MINGGU, 12 JUNI 2016
SURABAYA — Setelah ditetapkannya hari lahir Pancasila pada 1 Juni, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) bekerjasama dengan Pemuda Katolik menggelar seminar kebangsaan dengan judul ‘Jangan Ganggu Pancasila’. Hadir dalam kegiatan tersebut Eva Kusuma Sundari Anggota Komisi XI DPR RI, Agatha Retnosari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Mohammad Aan Anshori Koordinator Presidium Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jatim.

Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Drs. Kuncoro Foe menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara, pedoman hidup, jiwa dan kepribadian bangsa sebagai sumber hukum, cita-cita bangsa dan pandangan hidup memang harus tetap dipertahankan. Hal tersebut juga sesuai dengan visi UKWMS ingin menjadi komunitas akademik yang reflektif berlandaskan prinsip Pancasila bersama dengan pemuda Katolik.
“Civitas akademika UKWMS siap menjadi garda terdepan untuk Pancasila sebagai landasan negara,” jelasnya saat pembukaan seminar di Gedung UKWMS, Minggu (12/6/2016).
Menurutnya, negara ini belum mampu mengimplementasikan pada sila ke-2 dan ke-5 dimana terjadi kesenjangan antara pemikiran dan kenyataan. Karena masih banyak yang ditemukan ketimpangan bagaimana berperilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan Pancasila.
“Forum ini tepat dan bagus untuk berkaitan dengan hari lahir pancasila untuk refleksi kembali, apakah kita siap untuk negara ini menjaga pancasila sebagai falsafah negara ini,” cakapnya.
Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf menambahkan forum yang mengambil tema menjaga dan jangan ganggu Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan kita bisa membumikan Pancasila didalam kehidupan sehari-hari misalnya sila ke-4, implementasinya seperti tahlilan saling mempersilahkan yang lain dan itu hidup dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini juga menegaskan esensi Pancasila adalah gotong royong mengokohkannya seperti yang dilakukan pemuda katolik seperti ini bisa menjadi istimewa.
[Charolin Pebrianti]