Tekan Kecelakaan Jalur Mudik Laut Belasan Kapal Patroli Siap Diterjunkan

MINGGU, 26 JUNI 2016

LAMPUNG — Antisipasi lonjakan penumpang dan untuk mengamankan arus mudik lebaran tahun 2016/1437 Hijriyah, sebanyak 11 kapal patroli akan disiagakan di lintasan Selat Sunda. Beberapa diantaranya milik TNI Angkatan Laut, Direktorat Kepolisian Air Polda Banten, Polda Lampung serta Mabes Polri, Basarnas dan Kesatuan penjaga Laut dan Pantai (KPLP), serta kapal Tug boat milik PT ASDP cabang Bakauheni dan cabang Merak.

Kasatrolda Dit Polair Polda Lampung, Ajun Komisaris Besar Huari Muis menungkapkan, pengawasan di jalur laut merupakan tanggungjawab beberapa pihak, diantaranya syahbandar, ASDP serta kepolisian dan TNI. Lintasan Selat Sunda merupakan jalur lintasan kapal-kapal komersial, kapal penumpang yang ada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
“Selain kesibukan arus kapal penumpang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak Banten, alur Selat Sunda menjadi jalur lalu lintas pelayaran Internasional sehingga perlu kita amankan saat arus mudik,”ungkap AKBP Huari Muis saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (26/6/2016).
Secara tekhnis ia mengungkapkan pengawalan oleh kapal kapal patroli milik Polda Lampung akan dilakukan di alur masuk dan alur keluar sebelum kapal. Pengawalan tersebut dilakukan untuk menghindari kecelakaan laut, seperti penumpang terjatuh serta insiden kecelakaan lain. 
Beberapa kapal yang disiapkan oleh Ditpolair polda Lampung diantaranya KP Kolibri 4015,KP XXV-2003 serta beberapa kapal lain yang jumlahnya akan bertambah sesuai kebutuhan.
Terkait keselamatan pelayaran di Selat Sunda, Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan cabang utama Merak, Nafri mengungkapkan, koordinasi dengan berbagai instansi dalam mengamankan angkutan mudik di lintasan Selat Sunda sangat diperlukan untuk menekan angka kecelakaan laut. Ia bahkan mengungkapkan, target angkutan lebaran tahun 2016 juga mempertahankan prestasi lintasan Selat Sunda sebagai jalur zero accident (minim kecelakaan) terutama di laut.
Ia bahkan mengungkapkan sebagai jalur ALKI 1, jumlah kapal kapal yang melintas di perairan Selat Sunda mencapai 700 unit kapal setiap bulan terdiri dari kapal penumpang jenis Roll on Roll Off (Roro), kapal tanker, kapal cargo, kapal tongkang serta berbagai jenis kapal lain. 
Tingginya lalulintas kapal di perairan tersebut jika tidak ada koordinasi serta kewaspadaan terutama saat arus mudik dan balik lebaran dikuatirkan terjadi hal hal yang tak diinginkan. Apalagi menurutnya bukan kali pertama kecelakaan laut akibat kapal penumpang bertabrakan dengan kapal kargo terjadi di Selat Sunda bahkan beberapa diantaranya menimbulkan korban jiwa diantaranya tabrakan kapal tanker Norgas Chatinka dan KMP Bahuga Jaya yang tenggelam akibat tabrakan.
“Selain sarana dan prasarana di darat dan laut,pelayanan arus mudik lebaran juga harus menekan angka kecelakaan yang ada di laut karena tentunya lalu lintas kapal akan lebih sibuk dibanding hari biasa,”ungkap Nafri saat pemaparan di hadapan komisi V DPR RI di Bakauheni belum lama ini.

Selain untuk pengamanan, beberapa kapal tunda disiapkan mengantisipasi cuaca buruk di Selat Sunda yang berakibat manuver dan olah gerak kapal terganggu diantaranya dengan menyiapkan kapal penarik dan kapal tunda, TB Merak dan TB Jalak. Kedua kapal tersebut merupakan kapal milik PT ASDP, namun jika diperlukan beberapa kapal tunda dari Krakatau Stell dan beberapa kapal milik PT Indah Kiat akan diperbantukan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, sandi operasi arus mudik dan arus balik lebaran yang sebelumnya diberi nama Operasi Ketupat, tahun ini operasi kemanusiaan untuk pengamanan mudik dan balik hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah diubah menjadi Operasi Ramadniya.
“Seluruh personil harus menjaga kondisi kesehatan dan masyarakat harus mengetahui hal itu meski terjadi perubahan sebutan sandi operasi anggota tidak boleh cuek dan apatis karena itu pekerjaan kita,”ungkap Wakapolres Lampung Selatan, Kompol Sastra Budi.
Ia bahkan mengungkapkan berbagai persiapan telah dilakukan diantaranya menyiapkan puluhan pos pelayanan (posyan) dan pos pengamanan (pospam) di sepanjang jalur mudik dan balik di wilayah hukum Polres Lampung Selatan yang diantaranya berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timutr (Jalintim). Selain pospam dan posyan, posko mudik utama disiapkan di sejumlah titik diantaranya Bansdara Raden Inten II serta Pelabuhan Bakauheni Lampung.
[Henk Widi]
Lihat juga...