Selama Ramadan, Kawasan Pusat Kota Bandung ‘Diserbu’ PKL

SABTU, 11 JUNI 2016

BANDUNG — Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman di Kota Bandung diprediksi akan semakin menjamur, satu minggu menjelang hari raya Idul Fitri 1437 hijriyah nanti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para PKL musiman memang menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk mendapat keuntungan besar.
Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Memet Rahmatnur menilai kawasan pusat kota akan menjadi sudut paling marak didatangi PKL.
“Seperti lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan sebagai zona merah, seperti Alun-alun, terus Jalan Diponegoro yang sekrang penuh PKL bermobil. Jalan Trunojoyo juga biasanya banyak anak muda yang membuka lapak,” beber Memet, Sabtu (11/6/2016).
Ia sampaikan, biasanya PKL musiman ini bukan berasal dari Kota Kembang. Namun dari luar daerah yang sengaja mengadu nasib, untuk mendapat peruntungan lebih baik. Biasanya mereka datang pada malam hari agar tidak terdeteksi. Kemudian pada siang, menjajakan dagangannya.
“Kami meminta pihak kewilayahan khususnya di daerah perbatasan untuk patroli, jangan sampai mereka bisa masuk,” ucapnya.
Penataan PKL memang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung nomor 4 tahun 2011. Sebab keberaraan PKL dianggap mengurangi estetika dan ketertiban lalu lintas di Kota Kembang.
Karena itu selama Ramadan ini pihaknya lebih gencar melakukan antisipasi penertiban. Dalam satu hari lebih dari tiga kali petugasnya melakukan penertiban.
“Mereka menganggap seolah-olah kami diam, padahal enggak. Jadi  biar ada peringatan,” pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...