Peringati Hari DBD ASEAN, UKM KSR-PMI Unit Unisma Adakan Seminar Kesehatan

RABU, 15 JUNI 2016

MALANG — Dalam rangka memperingati hari Demam Berdarah (DBD) ASEAN yang jatuh tepat pada hari ini 15 Juni, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) unit Universitas Islm Malang (UNISMA) mengadakan seminar kesehatan dengan mengangkat tema ‘Kenali, atasi dan selamatkan lingkungan dari demam berdarah’.

“Tema tersebut diambil karena masih banyaknya masyarakat yang belum mengenali gejala-gejala apa saja yang mungkin di timbulkan oleh penyakit ini serta minimnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sebagai salah satu faktor pendukung timbulnya penyakit demam berdarah,”jelas Anisa Fauziah, sekretaris acara.
Ia menyampaikan dalam acara yang di gelar di gedung Osman Mansoer Unisma ini, mengundang dua orang pembicara yaitu M.Sholikhin, Skep.Ners dari Dinas Kesehatan Kota Malang dan dr. Dini Sri Damayanti M.kes Fakultas Kedokteran Unisma.
Arrafi sebagai ketua panitia juga menyampaikan melalui seminar ini Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Islam Malang berupaya memberi informasi mengenai pencegahan dan upaya yang dilakukan sebelum dan pasca terjangkit penyakit tersebut.
“Sehingga diharapkan agar masyarakat umum, tidak hanya mahasiswa dan pelayan medis saja yang ikut andil dalam berupaya mencegah semakin menyebarnya virus DBD yang ditimbulkan,”ujar mahasiswi semester empat Fakultas Ekonomi Unisma ini kepada Cendana News, Rabu (15/6/2016).
Sementara itu dalam penyampaian materinya M.Sholokhin mengajak peserta seminar untuk lebih memilih cara PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) daripada melakukan Foging, karena foging masih banyak sekali kelemahannya.
“Walaupun foging di nyatakan aman, tetapi bagaimanpun juga tetaplah racun yang jika dihirup manusia terus menerus bisa berbahaya,”jelasnya.
Ia menyebutkan ada beberapa kelemahan dari foging diantaranya yaitu hanya membunuh nyamuk dewasa sedangkan telur maupun jentik nyamuk tidak mati dan masih bisa terus berkembang. Selain itu sisa (residu) foging juga dapat mencemari lingkungan.
“Oleh karena itu kami tidak ingin menyelesaikan satu masalah tetapi justru menimbulkan masalah yang lainnya,”ujarnya.
Tetapi dengan PSN selain mudah dan murah, juga dapat membunuh jentik nyamuk sedangkan nyamuk dewasa akan mati dengan sendirinya karena umurnya habis. Metode PSN juga tidak meracuni lingkungan. Metode PSN dapat dilakukan dengan cara rutin menguras bak mandi, menutup tempayan yang berisi air dan mengubur barang bekas yang tidak terpakai.
[Agus Nurchaliq]
Lihat juga...