LAMPUNG—Mesin penanam padi (rice transplanter) bantuan Komando Distrik Militer 0421/LS yang merupakan program percepatan pengolahan lahan pertanian sawah dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani mulai digunakan untuk penanaman padi sistem modern oleh beberapa kelompok tani di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu kelompok tani di Desa Lubuk Kecamatan Kalianda Mekar Jaya 3 bahkan telah menggunakan mesin penanam padi tersebut untuk penanaman padi di lahan seluas 1 hektar. Anggota kelompok tani, Dody, mengaku alat tersebut baru pertama kali digunakan setelah diserahterimakan dari Kodim 0421/LS.

Dody yang merupakan pemilik sawah sekaligus anggota Kodim 0421/LS berpangkat Pelda tersebut mengaku bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Kodim 0421/LS telah didistribusikan kepada seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa alat tersebut diantaranya sebanyak 5 unit mesin penanam padi, 5 unit mesin pompa air, belasan alat pengolah tanah berupa traktor tangan. Beberapa alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut menurut Dody telah membantu proses percepatan masa tanam Juni-Oktober yang masih berlangsung di beberapa wilayah di Lampung Selatan.
Setelah proses penggunaan mesin penanam padi, Dody mengakui telah membandingkan penggunaan alat tersebut dengan penggunaan sistem manual yang selama ini digunakannya serta oleh beberapa petani di wilayah tersebut. Penggunaan sistem manual diantaranya dengan sistem buruh tanam yang dikenal dengan istilah “ceblok” oleh kaum wanita di desa tersebut dengan sistem upahan serta sistem panen bagi hasil.
Kelebihan penggunaan mesin penanam padi tersebut menurut Dody diantaranya; jarak tanam lebih rapi karena sudah setelan mesin, penggunaan tenaga kerja penanaman lebih efisien dengan menggunakan tenaga kerja hanya sebanyak tiga orang, penggunaan sistem penyemaian lebih terkontrol karena menggunakan media semai nampan. Penggunaan semai nampan selain lebih praktis juga tidak memerlukan lahan semai bibit yang luas dan bisa dilakukan di sekitar rumah sehingga mudah diawasi setiap hari.

Kelebihan lain penggunaan mesin berbahan bakar solar tersebut diantaranya untuk lahan seluas 1 hektar hanya memerlukan waktu tanam sekitar 3 jam.
“Babinsa harus selalu berkoordinasi dengan pihak terkait dan petani selain proses pengolahan lahan pertanian juga pengawasan pendistribusian pupuk, penyediaan bibit serta penyuluhan pertanian berkoordinasi dengan dinas pertanian dalam upaya peningkatan mutu lahan pertanian,”terangnya.
Alsintan yang dibagikan kepada kelompok petani selain mesin penanam padi juga traktor tangan yang diharapkan oleh Kodim bisa dipergunakan untuk program penanaman padi, jagung dan kedelai (pajale). Operasi khusus pajale selama ini terus dikawal oleh Kodim 0421/LS dengan membantu kelompok tani kelompok tani yang tersebar di setiap desa. (Henk Widi)