SELASA, 28 JUNI 2016
BANDUNG — Sewajarnya di 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, umat muslim melakukan itikaf di Masjid. Mereka menanti lailatul qodar yang diyakini sebagai malam diturunkannya kita suci Al-Quran. Ada penampakan yang berbeda di Masjid Raya Habiburrahman. Ribuan umat muslim melaksanakan itikaf di mesjid yang berada di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung ini.

Uniknya mereka mendirikan tenda layaknya di area camping, demi memburu malam Lailatul Qodar. Terhititung sekira 200 tenda yang digelar di Mesjid ini.
Pengurus DKM Habiburrahman, Nahdludin menyampaikan, keberadaan tenda sudah seperti tradisi sejak tahun 2011 lalu. Namun kegiatan itikaf di Mesjid ini memang telah berlangsung sejak periode 1990-an lalu.
“Jadi keberadaan tenda-tenda ini baru sekitar lima tahun lalu. Sampai sekarang rutin,” kata Nahdludin, Selasa (28/6/2016).
Pelataran masjid memang tidak cukup untuk menampung seluruh jamaah yang berniat untuk beritikaf. Karena itu, sebelum mendirikan tenda harus melaporkan telebih dahulu kepada panitia yang telah membuka pendaftaran sebelum bulan Ramadan.
“Banyak sekali yang berminat. Tapi harus kami batasi karena lahannya tidak cukup kalau diterima semua,” ucapnya.
Tak melulu dari Kota Bandung, ia menyampaikan banyak pula jamaah yang berasal dari luar kota. Mereka biasanya membawa serta keluarganya, hingga satu tenda bisa dipakai beramai-ramai.
“Tapi untuk dari luar negeri selama ini belum ada. Paling luar pulau saja yang paling jauh,” ucapnya.
Sementara itu, jamaah asal Gunung Batu, Kota Bandung, Sundus Afifah (28) memilih beritikaf dan mendirikan tenda di Masjid Raya Habiburrahman, sekalipun berdomisili tidak jauh. Ia mengaku, ini kali pertama menjalani itikaf di Masjid tersebut.
“Dari rumah bawa perlengkapan salat, juga baju untuk beberapa hari. Tahun ini sudah enggak kerja jadi bisa itikaf di sini,” pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]