Mahasiswa UNAIR Ciptakan Durameter Berbahan Dasar Air Kelapa

KAMIS, 16 JUNI 2016

SURABAYA — Lima mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknobiomedik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga berhasil menciptakan lapisan otak atau durameter yang berbahan dasar air kelapa. Kelimanya terdiri dari Inas Fatimah (21, ketua tim), Fadila Nashiri (22), Karina Dwi Saraswati (22), Andini Isfandiary (22) dan Fathania Nabilla (20).
Durameter selama ini terbuat dari silikon yang bersifat toksik, sehingga tidak aman apabila diaplikasikan ke dalam tubuh.
Kepala manusia sendiri sebenarnya memiliki durameter sendiri namun akibat cedera kepala inilah membuat duramater robek, sehingga terjadi akumulasi darah antara duramater dan permukaan dalam tengkorak (inner surface). Untuk itulah dibutuhkan pembedahan dengan penggantian lapisan otak berupa duramater artificial.
“Kami mencoba memanfaatkan limbah yang selama ini dibuang yaitu air kelapa, sehingga dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat untuk digunakan sebagai lapisan otak buatan,” ujar Inas Fatimah, ketua kelompok.
Arahan dosen pembimbing, Dr. Prihartini Widiyanti kelima mahasiswa tersebut mencoba membuat duramater artficial yang bersifat biokompatible, sehingga dapat diterima oleh tubuh.
Diterangkan oleh Inas, hasil temuan ini telah diuji menggunakan uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dengan ditemukannya gugus C-O stretching yang merupakan penyusun kolagen. Hasil kekuatan tarik tersebut 12,942 Mpa, jadi sesuai dengan nilai tarik standar duramater artificial yaitu pada rentang 0,6 – 16 Mpa.
“Hasil Uji Sitotoksisitas Selulosa Bakteri – Kolagen – Gliserol menunjukkan persentase batas minimal sel hidup yaitu lebih dari 60 persen. Hal ini menandakan bahwa duramater artificial ini tidak bersifat toksik,” pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Lihat juga...