Loka Rehabilitasi Narkoba Kalianda Mulai Rehab Pasien

RABU, 22 JUNI 2016

LAMPUNG — Bangunan loka rehabilitasi narkoba yang dibangun di sekitar area gedung olahraga mini, gedung olahraga serta taman kota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan mulai dioperasikan meski belum diresmikan. Bangunan yang semula merupakan rumah sakit umum dan dialihfungsikan menjadi rumah sakit rehabilitasi narkoba tersebut telah beroperasi selama dua minggu.
Pengoperasian rumah sakit loka rehabilitasi narkoba di wilayah Lampung Selatan tersebut menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan, Ariyadi, dilakukan untuk merehabilitasi pasien yang mengalami adiksi (kecanduan) pada zat zat terlarang. Berdasarkan data sementara pasien yang direhab di loka rehabilitasi narkoba sebanyak 10 orang pasien berasal dari wilayah Lampung dan sebagian dari luar Lampung.
“Daya tampung pasien di loka rehabilitasi narkoba mencapai 120 orang dan tenaga medis serta perawat sebanyak 42 orang, semua pasien yang berobat di loka rehabilitasi tak dikenakan biaya alias gratis,”ungkap Ariyadi, Rabu (22/06/2016).
Pembangunan loka rehabilitasi narkoba di Kelurahan Way Lubuk Kecamatan Kalianda Lampung Selatan merupakan upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menekan pecandu narkotika. Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah BNN, Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasari mengungkapkan, loka rehabilitasi dibangun di Lampung Selatan karena di Lido Jawa Barat sudah memiliki pasien cukup banyak sehingga perlu dibangun di tempat lain. 
Ia mengungkapkan idealnya dalam satu provinsi terdapat satu unit loka rehabilitasi narkoba, namun saat ini beberapa daerah yang memiliki loka rehabilitasi diantaranya, Bogor Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Batam Kepulauan Riau serta Lampung.
Selama beroperasi, loka rehabilitasi dilengkapi dengan pelayanan yang menyediakan tenaga dokter umum, dokter spesialis jiwa, dokter spesialis penyakit, perawat, apoteker dan konselor.
Keberadaan loka rehabilitasi narkoba di Kalianda tersebut menurutnya dilengkapi dengan peralatan canggih yang akan digunaknan untuk mendeteksi zat zat yang terkandung dalam tubuh para penderita penyalahgunaan narkotika.
[Henk Widi]
Lihat juga...