Jelang Lebaran, Pengawasan Daging Tak Layak Konsumsi Diperketat

RABU, 22 JUNI 2016

SOLO — Menjelang Lebaran yang diiringi dengan kenaikan konsumsi masyarakat, diwaspadai Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakan) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,  dengan memperketat peredaran daging di pasaran. Langkah ini sebagai upaya untuk antisipasi adanya oknum pedagang yang memanfaatkan momentum lebaran dengan berjualan daging yang tak layak konsumsi.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakan Karanganyar menyebut, kasus daging yang tak layak konsumsi beberapa tahun lalu cukup memperihatinkan. Pasalnya, di sejumlah pasar tradisional di Karanganyar, jelang lebaran pada beberapa tahun lalu banyak ditemukan daging yang tak layak konsumsi.
“Pada tahun lalu kita temukan daging yang sudah tiga hari diawetkan di freezer. Ada punya daging glonggongan, sehingga kita rekomendasikan tidak untuk diperjual belikan kepada masyarakat,” ujar Rusdjayanto Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Disnakan Karanganyar, di sela-sela pengawasan daging di Pasar Nglano, Tasikmadu, Rabu (22/6/16).
Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, lanjut Rusdjayanto, Disnakan Karanganyar mulai memperketat peredaran daging, terutama jelang lebaran tahun ini. Sebab, pihaknya tidak mau kecolongan dengan adanya daging yang dapat membahayakan bagi kesehatan tersebut. Upaya antisipasi dini salah satunya dengan dilakukan pengecekan kadar air (PH) pada daging di pasaran.
“Langkah antisipasi ini bagus dilakukan, terutama untuk antisipasi pedagang yang nakal dengan cara merendam daging atau daging glonggongan. Selain itu kita antisipasi daging yang tak layak konsumsi karena sudah basi atau tiren (mati kemaren),” terangnya.
Pengawasan peredaran daging di Karanganyar ini dilakukan secara serentak, yakni dilakukan disejumlah pasar tradisional yang banyak pedagang daging. Tidak hanya memeriksa daging sapi maupun kambing, petugas Disnakan juga memeriksa daging ayam yang berada di pasar. Dalam pengawasan daging tak layak konsumsi ini, petugas juga membawa alat pengukur kadar air dalam daging atau PH meter. Petugas sempat menemukan daging dengan kualitas yang kurang bagus, namun masih layak dikonsumsi.
“Dengan digencar dilakukan pengawasan daging jelang lebaran ini, diharapkan peredaran daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman,” pungkas Rusdjayanto. (Harun Alrosid)
Lihat juga...