Jaga Laut, Tiga Kelompok Nelayan Mandiri di Minahasa Selatan Terbentuk

MINGGU, 5 JUNI 2016

MANADO — Untuk menjaga laut dan ingin sejahterahkan keluarga, tiga kelompok nelayan Mandiri di Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan dibentuk di hari lingkungan hidup, 5 Juni 2016.
Ketua kelompok nelayan Djoni Sem Sambur pada Cendana News mengatakan, tiga kelompok nelayan yang telah terbentuk yaitu Cahaya Tatapaan, Bethlehem, dan Tuama Mandiri. Ketiga kelompok nelayan itu didirikan atas kesadaran masyarakat Popareng untuk menjaga lingkungan hidup di sekitar Taman Nasional Bunaken, laut serta ingin mensejahterakan keluarga yang ada di desa agar lebih mandiri.
“Hari ini kita bersyukur sudah dikukuhkan tiga kelompok nelayan oleh kepala desa yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan perikanan, bersama perangkat desa dan kecamatan serta Balai TNB bersama seluruh masyarakat, kita sadar menjaga lingkungan hidup, dan laut, tidak harus mendapat bantuan dari pemerintah namun dengan modal swadaya masyarakat kita bisa mandiri,” kata Sem pada Cendana News, Minggu (05/06/2016).
Menurut Sem, memperingati hari lingkungan hidup dan hari terumbu karang, masyarakat Tatapaan mengumpulkan iuran sendiri, mendirikan Daseng atau sekretariat kelompok nelayan dengan iuran dari anggota tanpa ada bantuan dari pemerintah, dan hari ini bisa mengadakan sejumlah kegiatan seperti penanam mangrove, bersih pantai, dan pelepasan penyu, yang semua biaya di pungut dari iuran kelompok nelayan.
“Setiap nelayan kita mengumpulkan iuran Rp 35.000 untuk event hari lingkungan hidup dan hari terumbu karang, ini merupakan modal sosial masyarakat bagaimana pentingnya menjaga kelautan dan lingkungan sebagai sumbar nafkah dan mata pencarian sebagai nelayan,” tutup Sem.
[Ishak Kusrant] 
Lihat juga...