SABTU, 4 JUNI 2016
BANDUNG — Sebagai salah satu tempat yang ditunjuk untuk mengamati bulan sabit muda pertama alias hilal Ramadhan 1437 hijriyah, Observatorium Bosscha Lembang akan memasang kamera pada teleskop portable vixen. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi cuaca mendung atau cahaya tipis yang memang kerap menyulitkan tim peneliti untuk melakukan pengamatan.
Salah satu peneliti di Observarium Bossca, Zaenudin membeberkan, nantinya iluminasi hilal hanya sebesar 0,3 persen dengan jarak busur bulan ke matahari 0,6 derajat. Sementara elogansi atau sudut terbesar hanya 6,6 derajat.
“Konjungsi akan terjadi pada jam 10.00 (WIB). Maka dari itu kita persiapan sejak saat ini agar cahaya bulan yang cukup tipis bisa kita amati dengan teleskop yang sudah dibekali dengan kamera,” ujar Zaenudin, di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (4/6/2016).
Pihaknya sudah melakukan pengecekan alat dan menguji kemampuan kamera. Ia memprediksi, pada Minggu (5/6) besok, hilal akan lebih tipis.
Menurut Zaenudin, pengamatan akan dilakukan antara jeda waktu pergantian siang ke malam. Tepatnya, pukul 17.42 WIB sementara bulan akan terbenam 20 menit kemudian atau pada jam 18.02 WIB.
“Kita akan mengamati hilal di jeda waktu 20 menit itu. Mudah-mudahan kondisi cuaca besok bisa cerah seperti hari ini,”paparnya.
Disampaikan, besok hilal akan terlihat jelas andaikata cuaca cerah. Namun pihaknya mendapat kabar dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), bahwa kemungkinan turun hujan di area Lembang.
“Harapannya semoga saja cuaca besok masih secerah seperti sekarang supaya kita dapat melihat hilal sebagai pertanda awal masuknya bulan puasa,” tuntasnya.
[Rianto Nudiansyah]