SABTU, 7 MEI 2016
BANDUNG — Sekitar 5.000 pegiat sepeda Onthel se-Indonesia ramaikan Bandoeng Laoetan Onthel (BLO) 2016 di Gudang Persedian PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Jalan Sukabumi, Kota Bandung yang berlangsung selama 3 hari (6-8/5/2016).

Kegiatan yang dihelat tiga tahun sekali ini, merupakan ajang silaturahmi seluruh pegiat sepeda onthel. Baik itu yang tergabung dalam organisasi maupun individu.
Ketua Panitia BLO 2016, Yaya Djohari menyampaikan, untuk BLO 2016 ini, mengusung tema anti Narkoba. Pihaknya merasa perlu ikut memerangi narkoba. Mengingat dewasa ini banyak masyarakat yang tercemar pola hidup negatif, mengkonsumsi benda haram tersebut. Menurutnya, narkoba adalah salah satu faktor perusak generasi bangsa.
“Karena kalau sudah tercemar Narkoba sangat tidak mungkin untuk bersepeda, apalagi untuk menjalankan kehidupan sehari-harinya,” tutur Yaya, disela kegiatan, Sabtu (7/5/2016).
Yaya menilai, acara BLO ini sangat ditunggu-tunggu oleh para penghobi sepeda onthel di seluruh Indonesia. Sebab tiap diselenggarakan, selalu menyuguhkan berbagai kegiatan yang menarik. Sebut saja Bazzar Barang Bekas dan spare part sepeda onthel.

Khusus tahun ini akan ada penampilan diorama kisah perang dunia ke-II. Dimana akan menampilkan adegan para pejuang era kemerdekaan lengkap dengan alat-alat persenjataan yang dipinjam dari Museum Mandala Wangsit dan Museum UPI. Demikian pada BLO 2016 ini akan menjadi wadah pencinta sejarah juga.
“Kita selalu ada hal-hal yang baru. Dan berharap kedepannya di kota-Kota lain akan ada pegiat onthel yang anti narkoba juga,” imbuhnya.
Acara pemungkas, para peserta akan melakukan gowes atau bersepeda mengelilingi beberapa area di Kota Bandung. Mereka akan menggunakan pakaian daerah maupun aksesoris kuno seperti baju perang ala militer zaman dahulu.

Yaya sampaikan, gowes akan berlangsung pada Minggu (8/5), pukul 07.30 WIB. Jarak tempuhnya sekitar 15 kilometer.
“Rutenya dari sini (Jalan Sukabumi) masuk ke Jalan Supratman, masuk Dago (Ir.H. Djuanda), Jalan Merdeka, Jalan Lembong, Jalan Asia Afrika, Jalan Otto Iskandar Dinata, Tegalega, Jalan Lingkar Selatan, Jalan Laswi dan kembali ke lokasi Jalan Sukabumi,” paparnya. (Rianto Nudiansyah)