SENIN, 9 MEI 2016
BANDUNG — Bertahun-tahun Indra Azwan (57) berjuang untuk mendapatkan keadilan, setelah putranya, Rifki Andika menjadi korban tabrak lari di Jalan Letjen S Parman, Kota Malang, 8 Februari 1993 silam. Sang anak harus meregang nyawa usai kerja kelompok di usia 12 tahun.

Merasa aspirasinya tak digubris, bahkan kasus tabrak lari tersebut dinilai kadaluarsa pada 2006 lalu, Indra melakukan aksi jalan kaki dari Malang menuju Jakarta dimulai tahun 2010.
Kini dia kembali melakukan aksi jalan kaki agar pemerintah tidak menutup mata terhadap kasus tabrak lari yang sudah menimpa sang anak. Juga agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
Tanggal 9 Februari 2016 lalu, Indra bertekad berkeliling Indonesia. Saat ini dia berada di Kota Bandung sembari menunggu reaksi dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo untuk memperhatikan kasus tabrak lari tersebut.
“Saat Pemilihan Umum kan Presiden menjanjikan akan melindungi rakyat kecil, saya sendiri rakyat kecil, dan almarhum juga anak kecil,” ujar Indra di Jalan Sidomulyo, Kota Bandung, Senin (9/5/2016).
Jawa barat adalah provinsi ke-13 dari 34 Provinsi yang akan dia singgahi. Sejauh ini dia sudah mengumpulkan sebanyak 12 tanda tangan dari Gubernur di setiap Provinsi yang sudah dia singgahi.
“Sebenarnya ini akan menjadi bukti saja kalau saya sudah jalan kaki ke tempat-tempat itu,” imbuhnya.
Indra memulai start dari Masjid Baiturrahman, Aceh. Setelah dari Pulau Jawa akan diteruskan ke Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Nanti finisnya di Bali, karena kalau di Bali dunia internasional juga akan melihat,” katanya.
Aksi jalan kaki ini akan berhenti bilamana mendapat reaksi dari Presiden Jokowi (sapaan Joko Widodo). Sementara ini dia akan meminta kesediaan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan untuk menandatangani bukti perjalanannya.
Dia mengaku, bukan tanpa hambatan ketika melukan aksinya ini. Indra sempat tak sadarkan diri saat berada di Medan.
“Di Medan saya pingsan, tiba-tiba berada di Rumah Sakit, kata dokter saya kena cacar air,” ujar pria yang mengaku kerap menghabiskan malam di POM Bensin ini.
Setelah dari Bandung, dia mengaku, akan mengujungi Yogyakarta dan Selanjutnya ke Semarang. “Sejauh ini saya bekal menggunakan uang pribadi dari hasil jual beli batu akik, kalau kehabisan di jalan mungkin saya akan cari kerja dimanapun itu. Karena saya tidak ingin menyusahkan orang lain,” tukasnya.
[Rianto Nudiansyah]