SABTU, 21 MEI 2016
ENDE — Ketua Asosiasi Masyarakat Adat Nusantara, Philipus Kami menyebutkan, penyelenggaraan balap sepeda internasional Tour de Flores harus meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat. Hal tersebut dinilai penting karena Pemerintah Kabupaten yang berpartisipasi telah mengalokasikan anggaran rata-rata satu miliar rupiah.
“Even ini harus membawa dampak kepada beberapa sektor terlebih sektor ekonomi yang langsung berdampak kepda masyarakat, ini yang penting,”sebutnya kepada Cendana News di Ende, Sabtu (21/5/2016).
Disebutkan, dengan adanya acara tersebut, diharapkan tidak hanya berdampak pada dua hari saat pelaksanaan, namun juga dikaji untuk manfaat dua tahun kedepannya karena peserta TdF dan pemerintah pusat yang datang pasti melihat berbagai kekurangan yang ada di kabupaten.
“Berbagai infrastruktur seperti pendidikan, perhubungan, kesehatan dan lainnya yang memprihatinkan ini harus dibenahi ke depannya dengan adanya even ini,” tuturnya.
Mudah-mudahan sebut Philipus, kekurangan ini yang perlu diperhatikan dan ada pengucuran dana dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan. TdF harus memberi dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan seluruh leading sektor yang ada di Flores dan Lembata.
“Ini yang sangat penting dan harusnya jadi perhatian dengan mengambil langkah perbaikan,” ungkapnya.
Masyarakat Fores pendapatannya masih di di bawah standar sehingga jika tidak bermanfaat maka lebih baik uangnya dipergunakan bagi kebutuhan masyarakat yang jauh lebih penting dan mendesak.
“Kehidupan masyarakat Flores masih jauh di bawah pendapatan per kapita ini yang harus dipikirkan agar orang Floes bisa sejahtera,” tuturnya.
[Ebed De Rosary]