Tak Ditemui Bupati, Ratusan Warga Klaten Blokir Jalan

RABU, 11 MEI 2016

SOLO —- Ratusan warga  dari tiga desa di Kecamatan Pedan, Klaten, Jawa Tengah, melakukan aksi blokir jalan di depan kantor DPRD dan Setda  Kabupaten Klaten, pada Rabu (11/5/16). Aksi ini buntut kekecewaan warga yang menolak pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), di desa mereka, namun tidak ditanggapi oleh Bupati Klaten.

 
Dari pantauan Cendana News, ratusan  warga yang berasal dari tiga desa, diantaranya Desa Troketon, Kalangan dan Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, sekitar pukul 11. 00 WIB, mulai berdatangan ke Kantor DPRD Klaten. Mereka mengunakan sejumlah mobil bak terbuka maupun sepeda motor, berduyun-duyun mendatangi pusat Kota Klaten. Kedatangan mereka untuk menolak adanya rencana pembangunan lokasi Pembuangan Sampah Umum di Desa Troketon.  
Aksi yang semula ingin menemui Bupati Klaten itu terhenti, karena pintu gerbang kompleks Kantor DPRD dan Pemkab Klaten, ditutup rapat dan dijaga puluhan personil Dalmas Polres Klaten dan Satpol PP. Massa yang dilarang masuk ke kompleks Pemkab dan gedung DPRD Klaten untuk menemui bupati, akhirnya melakukan pemblokiran Jalan Pemuda, tepat di depan area perkantoran di Pemkab Klaten.
Massa bahkan sempat bersitegang dengan petugas polisi yang berusaha menghalang-halangi aksi blokiran jalan tersebut. Akibat aksi itu, akses jalan Jogja – Solo macet total,  dan semua kendaraan harus berbalik arah. “Aksi  karena warga khawatir  jika pembangunan TPA itu justru merusak lingkungan. Oleh karena itu, warga sepakat untuk menolak,” ujar Koordinator Aksi Sutrisno kepada awak media.

Dijelaskan lebih lanjut, warga meminta Pemkab Klaten dalam membangun TPS memperhatikan akses lingkungan. Warga juga meminta setiap desa mempunyai lokasi pengolahan sampah sendiri, sehingga sampah tidak sampai menggunung di satu tempat. 

“Jika  sampah dijadikan terpadu di satu tempat, justru tetap akan  jadi masalah.  Namun jika dikelola masing masing desa bisa lebih aman dan tidak menjadikan permasalahan,” tambahnya.
Aksi warga ini karena selama ini tidak ada sosialisasi kan adanya pembangunan TPS tersebut.. Selain itu, Bupati juga dinilai tidak menanggapi aspirasi warga, yang menolak adanya TPS tersebut.  Warga mengancam akan menurunkan masa lebih banyak lagi, jika aspirasi warga tidak didengarkan.

Ratusan warga ini sempat ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi dan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Setda Klaten,   Porwanto Anggono Cipto. Namun, massa  tiak puas karena mereka ingin bertatap muka langsung dengan Bupati Klaten, Sri Hartini, yang bersangkutan tidak menemui. (Harun Alrosid).

Lihat juga...