MINGGU, 29 MEI 2016
MALANG — Ratusan warga Malang bersama dengan penderita penyakit asma Minggu pagi mengikuti senam asma di Car Free Day (CFD) di jalan Simpang Balapan kota Malang. Senam ini sengaja diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam rangka memperingati hari Asma internasional.

“Acara peringatan hari asma internasional ini sekaligus sebagai wadah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana cara mengontrol penyakit asma agar tidak kambuh terutama pada anak-anak, sehingga bisa seperti anak sehat pada umumnya,”jelas dokter anak M.Fahrul Udin,spa.
Ia menyampaikan bahwa asma merupakan penyakit implamasi kronis yang disebabkan karena adanya alergi. Dan menurutnya alergi ini bisa berasal dari lingkungan maupun makanan.
“Alergi yang berasal dari lingkungan diantaranya debu, semua jenis bulu dan semua jenis asap dapat menyebabkan kambuhnya penyakit asma,”terangnya kepada Cendana News, Minggu (29/5/2016).
Ia juga menyebutkan bahwa asma bukanlah penyakit menular tetapi penyakit keturunan, namun demikian penyakit dapat di kontrol dengan perilaku hidup sehat, olahraga rutin atau mengikuti senam asma, tidak merokok, menghindari debu maupun bulu.
“Dan yang terpenting yaitu mengetahui penyebab alerginya apa sehingga dapat dihindari agar tidak kambuh,”sebutnya.

Gejala kambuhnya asma ditandai dengan nafas cepat, suara nafas “ngik-ngik”sesak hebat yang disertai dengan adanya tarikan dinding dada. Ada tiga tahap serangan sebelum akhirnya henti nafas atau meninggal jika tidak segera di tangani.
“Serangan ringan dapat ditangani dengan melonggarkan semua pakaian yang di pakai dan menghirup udara. Sedangkan jika sudah terkena serangan sedang hingga berat harus segera di bawa ke rumah sakit dan biasanya harus di rawat inap,”teranganya.
“Intinya, jika ada yang terkena serangan asma sebaiknya langsung di bawa ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat agar bisa segera ditangani,”tutupnya.
[Agus Nurchaliq]