SABTU, 21 MEI 2016
ENDE — Sambutan yang diberikan masyarakat kabupaten Ende terhadap para pebalap dan rombongan peserta Tour de Flores sangat luar biasa. Sejak dari Wolowaru hingga tiba di kota Ende, masyarakatnya sangat antusias dan ikut memeriahkan even tersebut.
Chairman Tour de Flores, Primus Dorimulu saat jamuan makan di museum tenun ikat di Ende, Jumat (20/5/2016) malam menyebutkan, sambutannya sangat meriah, terlihat masyarakat berbaris di sepanjang jalur lintasan.
“Saya sangat terkesan, ternyata sambutan masyarakat Ende lebih meriah dibandingkan dua kabupaten sebelumnya,” ujarnya.
Disebutkan, tidak hanya sambutan masyarakat yang meriah, rute lombapun sangat menantang. Dari larantuka sampai Ende ada 7 King Of Mountain dan masih tersisa 9 King of Mountain dari Ende sampai Labuan Bajo. Jumlah ini lanjutnya lebih banyak dibandingkan Tour de Singkarak di Padang.
“Lintasan di Flores sangat menantang dan pemandangannya sangat indah. Ini yang membuat beberapa pebalap sangat terkesima,” tuturnya.
Keindahan yang dimiliki tak berguna kalau tidak ada promosi. Adanya sebuah even berskala internasional merupakan promosi yang paling baik. Alam Flores yang indah juga diakui Rizal Ramli Menko Kemaritiman dan Sumber Daya ekonomi dan ICU.
Dijelaskan Primus, even balap sepeda berbeda dengan touring yang dibiayai sendiri oleh peserta sementara ini balap sepeda sebuah even sehingga jika Pemda mengeluarkan dana itu merupakan sebuah hal yang lumrah.
Di provinsi NTT, ada beberapa even namun even besar hanya Tour de Flores dan adanya tour ini harus bisa menggerakan ekonomi. Tak bisa dipungkiri, kalau tak ada TdF jalan-jalan tidak diperbaiki.
Bila tahun depan TdF melewati jalan jalur pantai utara Flores, maka jalan ini akan dibangun. Mudah-mudahan Flores ke depan infrastrukturnya semakin baik bukan hanya paririwatanya tetapi semua sektor harus berkembang.
Bupati Ende, Marsel Y. Petu meminta agar warga Ende melayani peserta TdF dengan ketulusan hati. Apa yang dilakukan merupakan sebuah penghargaan kepada para tamu. Even ini merupakan sebuah perlombaan menggapai prestasi di bidang olahraga. Even ini juga dimanfaatkan untuk mempromosi pariwisata.
Flores dengan Danau Kelimutu yang eksotik, memiliki keunikan dan menjadi salah satu keajaiban dunia. Kelimutu cuma ada di Ende dan tidak bisa dibawa kemana-mana sementara Komodo bisa dibawa. Flores pun kaya akan aneka kuliner lokal, tenun ikat denga ratusan motif,.
“Bung Karno menggali Pancasila saat dibuang ke Ende. Keberadaan Bung karno di Ende membawa berkah bagi Ende sehingga dikenal. Tanpa Ende Indonesia tidak memiliki bapak bangsa dan ideologi bangsa,”sebutnya.
[Ebed De Rosary]