KAMIS, 19 MEI 2016
SOLO — Memberikan pendidikan kepada masyarakat akan pentingnya transparansi anggaran, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar festival anggaran. Kegiatan yang digelar selama dua hari, yakni 19 – 20 Mei 2016 diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi di Karanganyar.

Kepala Dinas Pendapanan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Karanganyar, Sumarno mengatakan, festival anggaran ini dilaksanakan agar masyarakat mengetahui secara riil anggaran yang ditujukan selama satu tahun. Anggaran, baik untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) maupun pembangunan fisik.
“Dengan mengetahui transparansi anggaran, masyarakat bisa bersama-sama dalam melakukan pengawasan, mulai dari dana yang dianggarkan hingga hasil pekerjaan yang dilakukan,” ujarnya dalam pembukaan Festival Anggaran 2016, pada Kamis (19/516).
Menurutnya, dengan mengetahui anggaran masyarakat dapat memacu pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat bawah dengan membuka usaha yang menunjang dari anggaran tersebut. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan saran pembangunan fisik maupun non fisik yang dinilai belum tercover pada anggaran 2016. “Sehingga adanya masukan dari masyarakat ini dapat di masukkan pada tahun depan,” terangnya.
Disebutkan Sumarno, festival anggaran diikuti 104 stand, yang terdiri 44 stand dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), 15 stand Kelurahan di Lingkungan Pemkab Karanganyar, 7 stand BUMD, 21 stand UMKM, dan 17 stand Kecamatan di Karanganyar. Nilai anggaran dalam fetival kali ini mencapai Rp2,053 miliar. Setiap SKPD dan peserta festival diminta berkreasi dalam menyuguhkan materi anggaran masing-masing.
“Semuanya memaparkan anggaran selama 2016, baik rencana penggunaannya maupun berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan,” papar Sumarno.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliatmono menambahkan, melalui festival anggaran ini dapat menjadi sarana untuk melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik. Sejauh ini transparansi anggaran di Karanganyar, menurutnya belum memuaskan, namun pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki citra transparansi anggaran di tahun yang akan datang.

“Mengetahui survei yang dilakukan UGM Yogyakarta di Pemkab Karanganyar, hasilnya masih kurang baik memang ini adalah potret kita. Ke depannya harus diperbaiki dengan menyajikan informasi yang baik, agar semangat rasa memiliki Karanganyar masyarakat akan semakin besar,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]