KAMIS, 19 MEI 2016
LOMBOK — Musim tanam tembakau tahun ini telah tiba, sebagian petani Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bagian selatan sudah mulai menanam di areal sawah masing-masing yang sudah digarap dan siap tanam.

Petani pun berharap, pada musim tanam tahun ini bisa didukung cuaca bagus dan tidak sampai terjadi musim hujan secara berlebihan, mengingat tanaman tembakau termasuk tanaman yang tidak bisa hidup dengan kondisi tanah terlalu dingin.
“Semua tahu, kalau tembakau termasuk tanaman yang sangat sensitif dengan air, kalau terlalu dingin akan sangat mudah layu dan mati, mengingat tembakau termasuk tanaman yang lebih tahan dengan cuaca panas daripada cuaca dingin,” kata petani Tembakau Desa Mangkung, Lia Istiani di Lombok Tengah, Kamis (19/5/2016).
Itulah sebabnya pertumbuhan tanaman tembakau lebih bagus dan subur di daerah selatan Pulau Lombok dengan kondisi tanah tadah hujan daripada daerah bagian utara Pulau Lombok yang cendrung dingin dan banyak air.
Mindri, petani tembakau Desa Banyu Urip, Kabupten Lombok Tengah mengatakan, dalam kenyataannya tanaman tembakau memang banyak ditanam petani Pulau Lombok daerah tadah hujan bagian selatan, jarang ada petani daerah bagian utara Lombok yang menanam.
“Meski termasuk tanaman yang banyak ditanam di daerah tadah hujan, bukan berarti tanaman tembakau tidak membutuhkan air,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pengairan selama masa pertumbuhan tanaman tembakau, kebanyak petani membuat embung sendiri untuk menampung air hujan dan sebagian lagi mengandalkan air bendungan.
[Turmuzi]