Pengamat: Alat Musik Tradisional Angklung Harus Dilestarikan

SABTU, 28 MEI 2016

MANADO — Untuk menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah, pemerintah harus melestarikan alat musik tradisional, salah satu yaitu Angklung. Hal ini ditegaskan pengamat pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) Drevy Malalantang.
Menurut Malalantang, pemerintah daerah harus berani membuat inovasi dan terus menciptakan terobosan agar kunjungan wisatawan semakin meningkat dan salah satu cara, yaitu menghidupkan kembali alat musik Angklung di Bandara Internasional Sam Ratulangi sebagai musik penyambut tamu atau wisatawan ketika tiba dan berada di Bandara.
“Alat musik angklung ini sudah lama ditinggalkan, dan mungkin pejabat yang mengurus pariwisata tidak tahu membuat inovasi, sehingga alat musik angklung sudah tidak lagi terlihat di Bandara, padahal itu salah satu daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke suatu daerah,” tegas Malalantang Sabtu (28/05/2016).
Malalantang menyatakan, angklung itu paling diminati oleh wisatawan asing karena bentuk dan keunikannya yang bisa mengeluarkan suara sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan selain destinasi wisata.
“Kalau di Manado ada juga musik bambu, dan itu bisa digunakan di bandara, namun disusun dengan baik dan lebih minimalis terutama bagi pemainnya agar tidak banyak, sehingga bisa mengurangi biaya,” katanya.
[Ishak Kusrant] 
Lihat juga...