SABTU, 28 MEI 2016
PONTIANAK — Pemanfaatan lahan sempit di depan atau samping rumah yang dilakukan sejumlah warga di Kota Pontianak, Kalimantan Barat membuahkan hasil. Cabai, lengkuas dan tanaman lainnya dapat menopang untuk urusan dapur keluarga.

Husin Saleh (65) mengatakan, tanaman lainnya di pekarangan sempitnya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari meski tidak memiliki lahan yang luas.
“Saya punya rumah hanya satu saja ini. Luasnya gak lebar. Ini sisa 2 meter di samping dan depan. Saya manfaatkan bercocok tanam,” ucapnya, Sabtu, 28 Mei 2016, di kediamannya di Jalan Tanjung Raya II, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.
Setiap harinya, ia juga mengumpulkan sisa –sisa bekas sampah yang sudah dipilah. Sampah yang bisa dijadikan pupuk, ia simpan polyback berukuran sedang. Lalu kemudian, ia endapkan menggunakan tanah parit. Dari tanah parit itulah nantinya, kesuburan tanaman yang ditanam.
“Saya tidak pernah pakai pupuk organik. Saya paki pupuk bekas sampah ini. Misal bekas popok bayi, bekas cangkang telur, sisa sayuran saya kumpulkan dalma sebuah polyback. Dan berbasil ini. Buktinya cabai subur. Saya tak pernah beli cabai, dan lengkuas. 4 bulan sudah berbuah,” katanya.

Berkat keuletanya itulah, ia tak jarang dipanggil warga lainnya untuk menceritakan keberhasilannya memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah. Itu terbukti, ia sering keliling Kota Pontianak memapaparkan bagaimana caranya mengolah lahan sempit.
[Aceng Mukaram]