PDAM Sikka Diminta Selesaikan Sambungan Pipa Air

RABU, 4 MEI 2016
MAUMERE – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)  diminta segera menyelesaikan sambungan pipa air minum di 3 desa di Kecamatan Nelle. Pasalnya warga di 3 desa tersebut sampai saat ini belum mendapat layanan air PDAM,  meski dana desa sebesar Rp 100 juta per desa sudah diberikan.

Demikian disampaikan Faustinus Vasco, anggota DPRD Kabupaten Sikka  kepada Cendana News, Rabu (4/5/2016). Dikatakan Vasco, keluhan warga Nelle Lorang ini selalu disampaikan termasuk saat reses di kantor Desa Nelle Lorang  25 April 2016 lalu.
Dijelaskan, berdasarkan laporan dari bendahara Desa Nelle Lorang Yohanes Vianey pada tahun anggaran 2015,   IKK Nelle mendapat dana Rp 1,5 miliar untuk pembangunan air minum bersih dan sambungan pipa air ke rumah  untuk 3 desa tersebut melalui kontraktor PT.Timur Jaya.
Vasco menambahkan, proyek APBD Propinsi NTT Tahun Anggaran 2015 tersebut merupakan kewenangan propinsi, tapi dalam kaitan dengan pembangunan air bersih,   proyek menggunakan dana APBD NTT hanya dikerja setengah – setengah. 
Untuk Desa Nele Lorang,  beber Vasco, dari 4 dusun yang ada di desa tersebut, setiap dusun dialokasikan masing-masing 10 sambungan rumah (SR). Mengapa hanya 40 sambungan rumah saja.
“Bisa saja perencanaan awal tidak maksimal,. Apa saja kerja konsultan pengawas dan PPK?,” tanyanya.
Ini yang membuat tidak seimbang,  sementara pemerintah Desa Nele Lorang menyertakan dana desa yang bersumber dari APBN Tahun 2015 sebesar Rp 100 juta untuk menambah sambungan pipa air ke rumah. Sambungan tersebut diperuntukkan 90 rumah warga yang tersebar di 4 dusun.
Rincian 90 sambungan tersebut, di dusun I  dialokasikan sebanyak 24, dusun II sebanyak  22 SR, dusun III untuk 22 SR dan 22 SR diperuntukan bagi dusun IV. 
Dari 40 SR yang dibiayai melalui proyek dan 90 SR dari  Alokasi Dana Desa (ADD), ternyata sampai saat ini, belum terpasang semua sesuai laporan warga. 
“PDAM Sikka harus segera menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum musim kemarau tiba, “ tegas Vasco.
Project ini untuk mambantu warga dalam pelayanan air minum, bukan hanya pengadaan pipa dan aksesorisnya lalu air tidak keluar. Dalam masa pemeliharaan ini, himbau Vasco, PDAM segera berkoordinasi dengan rekanan agar segera dilakukan pekerjaan kembali.
Lebih lanjut Vasco mengatakan bahwa kalau  model seperti ini, terkesan bahwa masyarakat hanya dijadikan project yang mengatasnamakan pelayanan publik dan merupakan modus kerja yang hanya berorientasi pada proyek.
“Disinilah sisi pelayanan hanya sebatas obrolan. Polisi dan jaksa harus usut masalah air minum di Nele ini,” harapnya. (Ebed de Rosary)
Lihat juga...