Maksimalkan Dana Desa, Warga Desa Karanganyar Bangun Talud Secara Gotong Royong

SENIN, 30 MEI 2016

LAMPUNG — Budaya gotong royong masih menjadi roh bagi masyarakat dusun, khususnya di Karanganyar Desa Klaten Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Dengan segala keterbatasan infrastruktur, masyarakat mencoba membangun kesejahteraan dan kenyamanan hidup melalui pola kebersamaan.
Dusun Karanganyar Desa Klaten Kecamatan Penengahan yang hanya berpenduduk 300 kepala keluarga (KK) ini secara bersama-sama menggunakan bantuan dana desa dari pemerintah pada tahun 2016 dengan baik. Desa ini menerima dana bantuan untuk membangun talud di dua dusun, yakni Dusun Karanganyar dan Dusun Karang Mekar.
Sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB), talud dibangun dengan panjang 2.000 meter kanan dan kiri, tinggi 50 centimeter dan lebar 30 sentimeter dengan lebar jalan 6 meter dan sebagian tergantung ketinggian badan jalan dengan saluran irigasi.  Namun, kesadaran bergotong royong masyarakat sehingga realisasi pembangunan menjadi lebih baik, terutama di jalan desa yang merupakan penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Sragi.
“Masyarakat sangat berperan penting dalam merealisasikan dana bantuan desa tahun ini. Semua dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh warga di Karang Anyar,” ujar Kepala Dusun Karanganyar Hariyono mewakili Kepala Desa Klaten Joniansah kepada Cendana News, Senin (30/5/2016).
Menurut Hariyono, gotong royong sudah menjadi budaya di Desa Klaten. Bukan hanya bersifat umum, bahkan masyarakat kerap bergotong royong dan saling membantu saat salah satu warga ada yang memiliki hajat, seperti pernikahan dan lainnya. Meskipun mengutamakan kebersamaan, Desa Klaten tetap melaksanakan prosedur sesuai aturan baku di antaranya pencairan dana rekening desa kemudian diserahkan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).
“Setelah itu diserahkan kelompok masyarakat untuk dikerjakan. Pokmas ini juga dibentuk melalui musyawarah desa. Jadi, semua terbuka dan sesuai dengan prosedur. Pembangunan dilaksanakan bulan Mei ini,” ujarnya.
Sejauh ini, tambah Hariyono, jalan dusun yang belum ada talud sekitar 60 persen. Desa Klaten memang berada di dataran rendah di wilayah Kabupaten Lampung Selatan sehingga kondisi tanah cukup datar. Jalan selebar enam meter tersebut selama ini merupakan akses utama warga untuk mengangkut hasil pertanian jagung dan kelapa sawit. Diperkirakan pengerjaan talud akan selesai pekan depan.
Dikatakannya, selain Desa Klaten, mayoritas desa penerima bantuan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur. di antaranya pengerasan jalan, pengaspalan jalan talud, bak penampungan air, saluran pipa air, pavingisasi, dan drainase.
 “Pencairan dana tersebut langsung ke kas desa dan tidak melalui kecamatan. Di desa sudah dibentuk kepanitiaan yang sudah dimusyawarahkan perangkat desa dan tokoh masyarakat sehingga lebih transparan,” katanya.
Ia mengungkapkan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) pembangunan talud sepanjang 2.000 meter tersebut telah dimusyawarahkan di tingkat desa. Proses pembangunan dilakukan oleh sebanyak 32. pekerja khusus untuk masyarakat yang tinggal Dusun Karanganyar. Selain itu material batu dan pasir juga dibeli dari warga yang mengumpulkan material dari Sungai Way Pisang.
[Henk Widi]
Lihat juga...