MINGGU, 1 MEI 2016
MAUMERE — Pembangunan bendungan Napunggete yang ada di kecamatan Waiblama khususnya desa Ilimedo dan Werang diharapkan segera dikerjakan agap dapat menjawab persoalan krisis air bersih yang ada di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
![]() |
| Menteri Pu dan PR, M. Basuki Hdimuljono bersama para pejabat dari pusat dan kabupaten Sikka |
Demikian disampaikan wakil bupati Sikka, Paolus Nong Susar dalam sambutannya dihadapan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, M. Basuki Hadimuljono, Sabtu (30/4/2016) malam.
Dikatakan Nong Susar, pemerintah bersama DPRD Sikka sudah mengirim team untuk studi banding dengan menyertakan tiokot adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda desa ilimedo dan Werang. Studi banding dilakukan di bendungan Jatiluhur, Jatigede dan Tilong.
“Setelah kembali mereka menyampaikan kepada masyarakat tentang manfaat adanya bendungan dan meyakinkan masyarakat untuk mendukung pembangunan bendungan Napunggete di kecamatan Waiblama,” ujarnya.
Ditambahkan, Pemda Sikka bersama DPRD sudah sepakat untuk mengalokasikan dana sebesar 4 miliar rupiah untuk pembebasan lahan di tahun 2016. Pemda harapkan agar minimal bulan Mei 2016 sudah bisa selesai masalah pembebasan tanahnya.
“Kalau tanah sudah beres, bendungan Napunggete diharapkan bisa dibangun pada bulan September atau Oktober 2016 ini,” kata Nong Susar.
Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga juga berharap agar bendungan ini bisa segera dibangun sesuai janji dari presiden RI Joko Widodo. AJAL (air, jalan dan listrik) ucap Rafael merupakan permasalahan utama di kabupaten Sikka.
“Selain untuk irigasi dan air bersih, bendungan Napunggete juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik. Dengan demikian, kebutuhan air bersih dan listrik bisa teratasi,” terang Rafael.
Masyarakat Mendukung
Sementara itu camat Waiblama, Patrisius Pederiko mengatakan, bendungan Napunggete akan dibangun di atas lahan seluas 161 hektar yang dimiliki oleh 64 kepala keluarga. Air dari bendungan dapat mensupplai kebutuhan 7 kecamatan di sekitarnya.
“Masyarakat kecamatan Waiblama sangat mendukung langkah pemerintah membangun bendungan sebab dengan adanya bendungan jalan bisa diperlebar lagi,” ungap Patris.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, M. Basuki Hadimuljono berrjanji pembangunan bendungan Napunggete akan dilaksanakan tahun 2016. Jika pembebasan lahan sudah selesai dilaksanakan Pemda dan ijin Amdal dan lainnya yangs yang diurus selesai, segera mungkin dibangun bendungan.
“Provinsi NTT merupakan daerah yang selalu mengalamai kekeringan. Untuk itu pembangunan bendungan, waduk dan embung harus dilaksanakan untuk mengatasi hal ini,” papar menteri Basuki.
Basuki juga berharap agar pemda dan DPRD Sikka yang sudah mendukung diminta keseriusannya untuk mengurus proses perijinan dan administrasi terkait dan berkordinasi dengan kementria PU agar realisasinya bisa sesuai perencanaan.
“Terima kasih atas dukungan Pemda dan DPRD Sikka terkait proyek ini. Jika dirasa masih kurang silahkan diusulkan agar bisa ditambah lagi karena provinsi NTT baru mendapat jatah 7 bendungan,” ungkap Basuki.[Ebed De Rosary]