Ketua MPR RI Ajak Masyarakat Waspadai Paham Komunis

SELASA, 10 MEI 2016

SOLO—-Ketua Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan, meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan mulai maraknya lambang komunis di media social.  Tetapi jika memang ada yang sengaja membuat maupun mendesai kaos dengan gambar palu arit sebagai simbol komunis, Zulkifli meminta agar ditindak tegas. Ini karena tidak sesuai dengan dasar Negara Indonesia, yakni Pancasila.


“Saat ini ada trend anak muda yang suka menggunakan kaos bergambar palu arit, karena banyak diperhatikan jadi bangga. Nah kalau yang seperti ini harus diberi tahu dengan cara kekeluargaan, diberi tahu, siapa tahu memang tidak tahu  apa sebenarnya lambing tersebut,” ujarnya kepada awak media, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Balai Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah, Selasa siang (10/5/16).  
Lebih lanjut Zulklifi mengatakan,  generasi bangsa Indonesia saat ini banyak yang tidak mengetahui akan artti dan symbol palu arit, yang marak di media social. Anak muda sering kali hanya mencari trend, dan tidak memperhatikan akan adanya bahaya komunis. Genertasi muda juga tidak paham jika lambang komunis itu dilarang di Indonesia. “Ini menjadi tanggung jawab bersama,  untuk sama-sama mengingatkan agar anak-anak kita tidak terjerumus dengan symbol komunis itu,” terangnya.
Meski begitu, Ketua MPR RI ini juga menegaskan, jika ada oknum tertentu yang sengaja ingin memunculkan kembali paham komunis dengan lambang-lambang tersebut, dirinya meminta aparat menindak tegas.  “Jika ada yang sengaja mendesain tentu harus ditindak karena tidak sesuai dengan Pancasila kita,” tambahnya.
Dalam sosialsiasi Empat Pilar Kebangsaan itu, politisi PAN tersebut juga meminta masyarakat agar mewaspadai paham komunis, dengan mulai maraknya symbol komunis di berbagai jejaring social. Yakni dengan turut mengawasi perilaku anak-anak, jangan sampai hanya ikut-ikutan trend, namun tidak mengetahui maknanya.  (Harun Alrosid)  
Lihat juga...