Kesejahteraan Belum Setara PNS, Guru Honorer Jalankan Berbagai Usaha Lewat Koperasi

SABTU, 28 MEI 2016
BANDUNG — Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung menilai kesejahteraan guru honorer belum setara dengan guru yang tercatat sebagai Pekerja Negeri Sipil (PNS). Mereka punya formulasi agar kedepan nasibnya bisa lebih baik, terutama dalam urusan ekonomi.

Ketua FKGH Kota Bandung Yanyan Herdiyan menyampaikan pihaknya membentuk Koperasi Guru Bandung (KGB). KGB sendiri dijalankan dalam bentuk berbagai usaha, salah satunya dalam bidang penggemukan sapi potong.
“Anggota sudah tercatat 1300 orang, ada yang sapinya kami beli, kami juga ada yang bertindak sebagai calo. Untuk memasarkan kami sudah bekerjasama dengan peternak di Garut,” ujar Yanyan, kepada Cendananews, Sabtu (29/5/2016)
Memang pihaknya baru menjalankan koperasi ini selama satu tahun. Namun cukup membantu kesejahteraan para guru honorer, khususnya yang tergabung dengan FKGH.
“Misalnya seperti saat ada keterlambatan penggajihan karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair. Kami sudah memiliki sejumlah laba yang nantinya bisa dikembangkan oleh para guru,” ujarnya.
Sistem dari usaha ini, setiap guru menyimpan uang senilai Rp 2 juta, yang nantinya digabungkan dengan uang dari guru lainnya untuk pembelian satu ekor sapi. Demikian per-kelompok kelak bisa mengembangkan sapi yang dimilikinya itu.
“Minimal dikelompokan terdiri dari lima orang guru. Masing-masing kelompok nanti memiliki sapi senilai Rp  10 juta, yang selanjutnya akan dikembangkan oleh mereka dengan bekerjasama dengan peternak sapi,” paparnya.
Tak hanya usaha penggemukan sapi potong, saat ini KGB sudah menjalankan bisnis penyewaan sound sistem. Dimana tak melulu bertujuan mencari keutungan semata, tapi pihaknya merasa perlu memfasilitasi guru lainnya. Sebab bagi guru honorer yang hendak menyewa perlengkapan sound tersebut, akan mendapat potongan harga.
“Selain itu kami juga menjalankan usaha pulsa. kedepan rencananya kami akan membuka grosir bahan pokok yang bisa memenuhi kebutuhan para guru honorer dengan harga yang murah,” katanya.
Yanyan paham betul, untuk mewujudkan kesejahteraan para guru honorer tak bisa diraih dengan cara instan. Minimal, koperasi ini bisa membuka lahan usaha untuk para guru honorer, yang jika bergerak secara individu memiliki keterbatasan modal.
“Kesejahteraan guru honorer jelas sangat timpang dengan guru PNS, dengan adanya koperasi ini kami berharap bisa membuat suatu usaha yang baik untuk para guru honorer,” pungkasnya.(Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...