Keluarga Bayu, Korban Penyanderaan Abu Sayyaf Gelar Syukuran

RABU, 4 MEI 2016
SOLO —- Keluarga Bayu Oktavianto, korban penyanderaan Abu Sayyaf, asal Klaten, Jawa Tengah, Selasa malam (3/5), menggelar syukuran dengan mengundang  tetangga  sekampung. 

Syukuran atas selamatnya ABK warga Meniran, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jateng, dengan menggelar pengajian dan makan bersama yang dihadiri puluhan warga. Sutomo, ayah Bayu Oktavianto tak banyak bicara.
Pengajian sendiri mulai pukul 19.30 WIB yang diawali dengan membaca takbir, tahlil dan tahmid.  Selanjutnya, acara pengajian yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. 
Menurut Sutomo, selain bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam menyelamatkan Bayu.  “Kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas semua yang telah diberikan kepada anak saya, sehingga bisa pulang dengan selamat,” kata Sutomo disela-sela acara pengajian. 
Selamatnya  Bayu beserta 9 ABK Kapal Brahma 12 lain, menurutnya itu sebuah anugrah tersendiri.  Sebab, Bayu bisa pulang dengan selamat,  membuatnya bangga dan terharu akan perjuangan perusahaan selama 37 hari mencoba negosiasi dengan kelompok milisi Abu Sayyaf. “Sangat bangga sekaligus terharu, karena bisa pulang dengan kondisi baik,” paparnya. 
Selain menggelar syukuran dengan pengajian, Sutomo juga telah menggelar kenduri, yang digelar pada Selasa sore (3/5) kemarin. Sejumlah kegiatan juga masih akan dilakukan sebagai wujud syukur atas rahmat dan keselamatan yang diberikan kepada Bayu. 
“Intinya kita ingin mengucapkan puja puji syukur kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doa-doa sehingga Bayu selamat,” pungkasnya. ( Harun Alrosid)
Lihat juga...