JUMAT, 27 MEI 2016
SURABAYA — Fasilitas sebagai salah satu penunjang kenyamanan para pengunjung tentu menjadi perhatian serius pihak pengelola Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan membangun jalan yang selama ini rusak dan berlubang diganti dengan pemasangan paving.

Dimulai sejak September 2014 pembangunan paving yang rencananya selesai pada Juli 2016 ini ternyata terlambat dari target semula. Pasalnya saat proses pembangunan terdapat kendala seperti akses jalan yang ramai pengunjung selain itu panjangnya area yang akan di-paving.
Banyaknya keluhan pengunjung terkait akses jalan di KBS yang rusak dan mengakibatkan pengunjung tersandung dan jatuh.
Sepanjang 5.116,35 meter akses jalan di KBS diganti dengan paving demi kenyamanan pengunjung. Tahap pengerjaan dibagi kedalam enam bagian.
Pjs. Direktur Utama (Dirut) PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin menjelaskan perencanaan pembangunan paving dilakukan berdasarkan kondisi dilapangan jalan yg rusak, beberapa kejadian pengunjung mengalami ketidaknyamanan sehingga dilakukan perencanaan jalan yg paling membutuhkan perbaikan dalam tahap 1-6.
“Tahap pertama mulai dari samping toilet komodo sampai dengan kandang buaya (depan kantin) dengan panjang 690 meter persegi pengerjaan dimulai September 2014 selesai pada Oktober 2015,” jelasnya kepada bicarasurabaya.com, Jumat (27/5/2016).
Tahap kedua, depan kandang gajah sampai dengan kandang kuda Nil dengan panjang 462,9 meter persegi, pengerjaan dimulai September 2014 dan selesai pada Januari 2015.
Tahap ketiga, kandang kuda nil sampai dengan kandang unta dengan panjang 475,68 meter persegi, dimulai Juni 2015 dan selesai pada Juli 2015.
Tahap empat, turun Jembatan komplek kera besar sampai dengan gedung ADT dengan panjang 688,77 meter persegi, dimulai Agustus 2015 selesai pada Oktober 2015.
Tahap kelima, turun jembatan kandang gajah sampai dengan pertigaan menara tembak dengan panjang 1.289 meter persegi, dimulai dari April 2016 selesai pada Mei 2016.
Tahap keenam, menara pantau sampai dengan plaza dengan panjang 1.510 meter persegi masih dalam proses.
“Tahap enam rencananya Juli terselesaikan, ada beberapa kendala teknis karena selain panjang juga melewati kawasan yang padat pengunjung,” tandasnya.
Selain demi kenyamanan pengunjung dan meminimalkan kecelakaan yang akan terjadi karena jalan berlubang/rusak maka pengerjaan paving ini pun dikebut.
Aschta menambahkan pada periode Ibu Ratna (Dirut sebelumnya.red) banyak menerima keluhan dari pengunjung dan terjadi beberapa kejadian pengunjung terjatuh terutama anak-anak
Sesuai dengan kewajiban Lembaga Konservasi (LK) yang tertuang pada SK. 667/Kemenhut-Ii/2014 bahwa PDTS KBS berkewajiban menjamin kesejahteraan dan keamanan satwa, pengunjung dan pekerja di LK.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik supaya pengunjung bisa merasa aman dan nyaman didalam KBS,” tukasnya.
Salah satu pengunjung, Denis Nirvana Putri (21 tahun) asal Sidoarjo mengakui ada perubahan yang signifikan antara kondisi KBS yang dulu dengan sekarang.
“Perubahan banyak lebih bagus, tidak bau dan bersih, apalagi ada pembangunan paving harapannya selain pembangunan infrastruktur juga harus ada penambahan koleksi satwa,” pungkasnya. (Charolin Pebrianti).