Dampak Ruang Kelas Terbakar, Aktivitas Belajar Dialihkan ke Masjid

SENIN, 23 MEI 2016

SOLO—Kebakaran dua ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, berdampak terhadap proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa. Pihak sekolah terpaksa memindahkan KBM ke masjid yang ada di lingkungan sekolah. 

“Untuk siswa kelas V, KBM terpaksa dilakukan di masjid karena ruang kelas tidak memungkinkan untuk pelajaran,” ujar Riyanto, Wakil Kepala MIM Ngombakan saat ditemui Cendana News, Senin siang (23/5/16). 
Dijelaskan lebih lanjut Riyanto, KBM yang dipindahkan ke Masjid khusus kelas V karena untuk kelas VI Pasca Ujian Nasional (UN) siswa tinggal menunggu pengumuman. Untuk siswa kelas V tetap menjalankan KBM karena masih harus mengejar pelajaran untuk persiapan ujian kenaikan kelas. 
“Kalau untuk kelas VI siswa sudah agak santai, karena ujian sudah selesai. Untuk kelas V ini sementara waktu KBM di Masjid sampai kondisi kelas lebih kondusif,” paparnya. 
Menurut Riyanto, buku-buku yang terbakar untuk siswa kelas VI merupakan buku pelajaran dan buku pendampingan siswa harian. Menurutnya tidak ada raport atau buku penilaian siswa yang terbakar. Pasca kejadian itu, Riyanto mengaku siswa banyak yang takut untuk masuk sekolah. Selain karena kebakaran kelas, juga banyaknya aparat keamanan yang masuk lingkungan sekolah. 
“Terutama anak-anak kelas 1 yang tadi pagi sempat pada nangis, mungkin takut karena ada kebakaran dan banyak petugas yang datang di lingkungan sekolah,” ungkapnya. 
Pasca kejadian ini, pihak sekolah juga akan memberikan pendampingan terhadap siswa yang trauma dan pihak orang tua, karena kejadian tersebut menjelang akan dilaksanakannya tahun ajaran baru.

“Siswa kelas 1 ini akan kami beri pendampingan, dan orang tua akan kami sosialisasi jika kejadian ini sudah ditangani polisi dan kondisi sekolah sudah kondusif kembali,” pungkasnya. (Harun Alrosid).

Lihat juga...