Cegah Kerentanan Pangan, Kaum Perempuan Harus Lebih Banyak Diberdayakan

RABU, 11 MEI 2016

MATARAM—Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hartina mengungkapkan, kondisi kesehatan ibu dan anak di NTB yang masih memprihatinkan, bukan disebabkan karena persoalan kekurangan pangan.
Tapi belum maksimalnya pemberdayaan terhadap perempuan, bagaimana melakukan penganekaragaman dan meningkatkan pangan yang ada agar bisa memiliki nutrisi dan gizi tinggi.
“Karena itulah, keberadaan kaum perempuan, terutama ibu rumah tangga harus betul-betul dimaksimalkan dan diberdayakan dalam mencegah terjadinya kerentanan pangan.” kata Hartina di acara peluncuran dan sosialisasi pemanfaatan hasil peta ketahanan dan kerentanan pangan di hotel Santika Mataram, Rabu (11/5/2016)
Menurutnya masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi persoalan di NTB, karena minimnya pengetahuan dan kemampuan ibu rumah tangga, untuk mengolah pangan yang ada menjadi makanan benutrisi dan bergizi tinggi.
Karena bagaimanapun, ibu rumah tangga dalam keluarga menjadi yang utama memiliki peranan strategis terhadap kualitas hidup dan kesehatan anak, selain lingkungan dan intervensi dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan
“Memenuhi asupan gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, tidak harus mahal, tapi bisa dilakukan cukup dengan memperbanyak mengkonsumsi sayuran, kacang-kacangan, tahu dan tempe,” pungkasnya. (Turmuzi)
Lihat juga...