Aksi 47 Komunitas Peduli Pariwisata di Yogyakarta, Bangun Wisata Taman Tebing Breksi

SABTU, 21 MEI 2016

YOGYAKARTA — Sebagai destinasi wisata baru, Taman Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, terus dikembangkan. Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), pun menjadi tonggak dimulainya pengembangan obyek wisata tersebut oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta, dengan melibatkan seluruh komunitas peduli pariwisata yang ada di Yogyakarta. Sebanyak 47 komunitas pun terlibat dalam aksi bersih-bersih di Taman Tebing Breksi itu, Sabtu (21/5/2016) pagi. 

Aksi bersih-bersih 47 komunitas peduli pariwisata di Taman Tebing Breksi
Tak hanya melakukan aksi bersih-bersih, gerakan pengembangan pariwitasa di obyek Wisata Tebing Breksi juga dilakukan dengan penanaman 370 pohon yang terdiri dari pohon buah dan pohon kayu. Selain sebagai perindang dan penghijauan kawaasan bekas tambang batu liar tersebut, ratusan pohon itu juga akan menjadi nilai tambah bagi kawasan obyek wisata geo heritage yang pengelolaannya diserahkan kepada warga setempat. 
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Aris Riyanto, ditemui di lokasi mengatakan, aksi 47 komunitas peduli pariwisata itu juga diikuti oleh berbagai kalangan dari sejumlah akademisi,  pemerintah, media, komunitas dan pelaku industri pariwisata yang ada di Yogyakarta. Taman Tebing Breksi, kata Aris, merupakan salah satu destinasi baru yang sudah menjadi kawasan geo heritage, sehingga harus dilestarikan dan dikembangkan.
Aris Riyanto dan Arya Nogroho
Ke depan, katanya, pengelolaan obyek wisata Taman Tebing Breksi akan diserahkan kepada warga setempat sebagai pemberdayaan. Dinas Pariwisata akan berperan sebagai fasilitator dan melakukan pendampingan serta bimbingan teknologi kepada masyarakat. Pasalnya, kata Aris, pengembangan obyek pariwisata sangat membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai bidang pariwisata. Sementara itu, berbagai langkah pembangunan fisik juga terus dilakukan. Antara lain, dengan membangun masjid dan fasilitas penunjang lainnya, termasuk juga taman kuliner.
Sementara itu, terhadap wacana pengembangan obyek wisata Taman Tebing Breksi sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia, Aris mengatakan, jika wacana tersebut tak berlebihan. Pasalnya, Tebing Breksi memiliki keunikan dan keindahan yang sangat berbeda dengan obyek wisata  serupa lainnya. Taman Breksi, katanya, merupakan tebing yang terbentuk dari endapan lava gunung api purba pada jutaan tahun silam. Karenanya, Taman Tebing Breksi menjadi kawasan geo heritage yang tak hanya memberi keindahan alam, melainkan juga obyek penelitian yang berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan alam.
Seperti diketahui, Wakil Komisi IV DPR RI Bidang Pertanian, Perikanan, Kelautan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Titiek Hediati Soeharto, dalam sebuah kunjungannya di Taman Tebing Breksi pada Minggu 8 Mei 2016, telah mewacanakan dan mendorong warga penggiat obyek wisata Tebing Breksi untuk bisa mengangkat Taman Tebing Breksi sebagai obyek wisata berkelas internasional. 
Aksi 47 komunitas peduli pariwisata di Taman Tebing Breksi  dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional, jelas Aris, menjadi momentum penting untuk mewujudkan kemandirian bangsa, melalui kerja nyata dan bersama-sama bergotong-royong membangun potensi desa yang ada, dalam hal ini Taman Tebing Breksi, sebagai upaya lebih meningkatkan kesejahteraan warga.
Aris yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Arya Nugroho, mengatakan aksi peduli 47 komunitas pariwisata di Taman Tebing Breksi akan berlangsung hingga malam nanti. Penanaman pohon dipimpin oleh Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi dan acara itu dimeriahkan pula dengan pengibaran 300 bendera merah putih di puncak Tebing Breksi.

“Selain itu, berbagai pentas seni juga digelar di Tlatar Seneng Komplek Taman Tebing Breksi,”  pungkasnya. (Koko) 

Lihat juga...