SABTU, 21 MEI 2016
AMBON — Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 secara nasional ditutup Jumat (20/5/2016) malam pukul 00:00 WIT atau Sabtu dini hari secara online. Tercatat pendaftar di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon calon mahasiswa baru (Maba) sebanyak 2.500 lebih.

Penanggung Jawab IT SBMPTN Panitia Lokal (Panlok) 93 Ambon, Jonny Latuny, Ph.D kepada Cendana News di Ambon Sabtu (21/5/2016) menyebutkan, jumlah 2.500 lebih yang sudah terdaftar itu setelah di buka secara nasional untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 25 April 2016.
Ia menjelaskan, jatah Unpatti Ambon tahun akademiki 2016/2017 sebanyak 80 orang yang mengikuti Computer Based Testing (CBT). Sedangkan untuk Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar hanya dijatahi 60 orang. Hal itu berbeda dengan universitas-universitas besar lain yang dijatahi ratusan peserta.
“Untuk 80 orang itu akan mengikuti Computer Based Testing dan Humaniora, berbeda dengan universitas besar lain di Indonesia. Ada isyarat jumlah 80 orang itu menandakan Unpatti cukup baik,” ucapnya.
Dikatakan, tiap peserta yang lolos SBMPTN pada H – 1 harus datang mengecek lokasi/tempat ujian untuk mencocokan dengan nomor peserta di kampus berpatokan pada tanda pengenal.
“Melalui tanda pengenal setiap peserta SBMPTN selain nama, juga sudah ada jam dan jadwal yang akan diuji. Kami berharap kepada para peserta lebih teliti,” pintanya.
Dikemukakan, ujian atau tes kali ini akan dilaksanakan pada 31 Mei 2016. Dan sehingga diharapkan untuk peserta CBT dapat menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter.
“Yang paling utama peserta CBT menyertakan surat kesehatan, dan diserahkan pada 31 Mei 2016 kepada tim. Karena CBT baru pertama kali dilaksanakan secara nasional,” paparnya.
Bukan saja SBMPTN diperuntukan bagi peserta yang normal secara fisik, namun mereka yang disabilitas atau divabel. “Unpatti juga memberikan kesempatan kepada peserta yang disabilitas atau divabel mengikuti SBMPTN dan saat tes atau ujian. Kami menyiapkan sarana yang akan diperlukan,” terangnya.
Untuk peserta disabilitas atau divabel baik tuna netra, tuna rungu atau yang mengalami cacat fisik lainnya, pihak Unpatti tetap akan menyediakan keperluan bagi peserta dimaksud. Yang penting beberapa hari sebelum tes, sudah bisa menghubungi panitia di kampus ternama di Maluku itu, agar panitia menyediakan kepada para peserta difabel.
“Sebelum hari H, para divabel harus melapor ke panitia ujian SBMPTN Unpatti, sehingga panitia bisa mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan mereka agar dapat mengikuti tes,” pungkasnya.
[Samad Vanath Sallatalohy]