KAMIS, 7 APRIL 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) Inspektorat, khususnya tim auditor di bidang pengawasan keuangan, Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan pelatihan investigatif.
![]() |
| Pelatihan Investigtif |
Selain peningkatan kemampuan bidang pengawasan keuangan, langkah tersebut juga dilakukan menyusul banyaknya dana yang bergulir ke desa saat ini, membuat permintaan dari Kejaksaaan dan Kepolisian untuk menginvestigasi pertanggungjawaban keuangan di pemerintah desa semakin meningkat.
“Workshop ini merupakan persiapan diklat bagi APIP untuk memiliki sertifikat audit investigatif, sehingga Kejaksaan Tinggi dan Polda NTB dapat meminta kepada Inspektorat untuk melakukan audit, terkait realisasi dana desa maupun dana lain di internal pemerintahan dan untuk tahap awal nanti akan didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan,” kata Kepala Perwakilan BPKP NTB, Bornado Hutauruk di Mataram, Kamis (7/4/2016)
Bonardo menjelaskan, pelatihan investigatif tersebut diikuti seluruh pejabat auditor Inspektorat Kabupaten Kota NTB yang jumlahnya mencapai 36 orang peserta, dimana tiap kabupaten kota mengirim satu tim dengan beranggotakan 3-4 orang.
Sementara itu, Deputi BPKP Bidang Pengawasan dan Investigasi, Iswan Elmi mengatakan, jumlah auditor investigasi BPKP yang ada saat ini masih belum mamadai jika dibandingkan dengan progresivitas aparat Kepolisian dan Kejaksaan dalam penanganan kasus korupsi.
“Tidak ada jalan lain selain BPKP harus berusaha keras turut serta membangun kapasisatas, kapabilitas dan meningkatkan kemampuan teman – temaan APIP untuk lebih membantu memudahkan pengawasan secara koordinatif dan memang harmonisasi BPKP dengan penegak hukum, serta APIP di Provinsi maupun Kabupaten Kota selama ini sudah terjalin baik” tutupnya.