Sarana Bisnis dan Berbagi Ilmu Lewat Budidaya Jamur Tiram

JUMAT, 29 APRIL 2016

SOLO — Menjalankan usaha tidak harus dengan modal besar dan pergi jauh dari rumah. Ada bisnis yang dapat dikerjakan dengan modal kecil seperti yang dilakukan Maksum Dermawan. Ia memilih budidaya jamur tiram, dengan memanfatkan lahan kosong disekitar rumahnya.  
Budidaya jamur tiram
Warga Ngijo RT 3 RW 7, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah itu yang mengawali usaha dengan modal sekitar dua juta rupiah, kini omsetnya sudah mencapai lima belas juta per bulan. Bahkan, Maksum berniat menjadikan usaha budi daya jamur tiram tersebut sebagai objek wisata edukasi.  
“Dulu saya juga belajar sedikit demi sedikit. Kalau bertemu orang yang susah berbagi ilmu, saya sedih.  Bagi saya ilmu itu kalau dibagi akan semakin banyak. Toh rezeki sudah ada yang mengatur, jadi saya tidak takut jika kalah saing,”  ucap pria yang mengawali budidaya jamur tiram pada tahun 2013 lalu kepada Cendana News, Jumat (29/4/16).
Menurtnya, potensi  pasar untuk budidaya jamur tiram cukup besar. Dari berbagai daerah di Solo Raya banyak yang memesan hasil panenan salah satu pegawai di RSUD Karanganyar tersebut. Untuk budidaya jamur tiram hanya diperlukan lahan yang cukup untuk median jamur dan  keuletan untuk merawatnya. “Budidaya jamur tiram membutuhkan suhu lembab, kalau suhu terlalu panas hasilnya kurang baik,” terangnya.
Budidaya jamur tiram milik Maksum didukung dengan suhu udara di Lereng Gunung lawu yang cukup dingin. Ia memilih menggunakan media tanam jamur baglog yang berisi sisa gergaji kayu dan diberi bibit jamur. Alasan memilih baglog lebih mudah membersihkan dan merawat benih jamur hingga hasil panen jamur lebih bagus dibanding dengan media tanam lainnya. 
“ Dengan baglog, jamur lebih mudah untuk perawatannya, dan  kondisi lebih sehat,” tambahnya.
Usaha yang dimulai dari sedikit, lambat laun usahanya semakin banyak, dan pesanan pasar semakin meningkat. Kini Maksum dapat memproduksi media tanam sendiri untuk memangkas pengeluaran. Dengan membuat media sendiri, dia juga bisa memastikan bibit yang dimasukkan dalam kondisi yang baik, sehingga hasilnya semakin maksimal. 
“Kalau dulu sehari panen jamur hanya hitungan kilogram, tapi kalau sekarang sampai kwintalan,” tekannya.
Diakui Maksum, saat ini usaha budidaya jamur tiramnya  sudah cukup sukses. Di sekitar rumahnya, kini ia mempunyai 27 ribu media tanam, yang dikelola oleh tujuh pegawainya. Kesuksesnan Maksum dalam budidaya jamur tiram membuat banyak masyarakat yang ingin menirunya. Setiap hari banyak orang yang datang untuk sekadar melihat usahanya dan bahkan tidak sedikit yang ingin belajar budidaya jamu  dari Maksum.
 “Banyak yang memang sengaja ingin belajar, ada juga yang hanya membeli jamur langsung. Siapa saja yang ingin belajar saya persilahkan,  karena kalau ilmu yang dibagikan tidak akan hilang,” pungkasnya.[Harun Alrosid]
Lihat juga...