Ratusan Kios Pasar Karangpandan Jateng Ludes Terbakar

RABU, 6 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid

SOLO — Ratusan kios Pasar Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (06/03/16) dini hari tadi, ludes terbakar. Belum ada kepastian penyebab kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB tersebut, namun dugaan sementara, kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek atau konsleting. 
Kios yang habis terbakar
Sejumlah saksi mata menyebutkan, titik api pertama terlihat disebuah kios kerupuk milik salah satu pedagang, Sutaryo, warga Karangpandan. Saat itu kondisi pasar yang sepi karena masih tergolong terlalu pagi. Namun ada warga yang kaget dengan adanya api yang muncul dari salah satu kios, dan langsung minta tolong dengan warga lainnya. 
“Yang melihat pertama api itu ibu Reso Simin. Setelah melihat ada kebakaran langsung memanggil saya, dan saat itu yang terbakar baru kiosnya kerupuk milik Sutaryo,” ujar Ngatman, kepada awak media, Rabu pagi (6/4/2016). 
Menurut Ngatman, banyaknya kios yang berjualan pakaian, sandal, sepatu dan barang yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat membakar seratusan kios lainnya. Sontak kebakaran pasar tradisional itu membuat warga kaget dan langsung membantu proses pemadaman. 
“Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya, namun api sulit dijinakkan,” katanya. 
Sementara itu, Kapolsek Karangpandan, AKP Aris Dwi menyatakan, ratusan kios yang terbakar baru bisa dijinakkan sekitar pukul 04.00 WIB. Itupun setelah 8 mobil kebakaran serta belasan tangki air isi ulang juga diterjunkan untuk memadamkan api. “Warga dibantu petugas dan SAR Karangnyar, sampai pagi terus berusaha memadamkan api. Dan baru bisa dipadamkan setelah pukul 04.00 WIB,” teranganya kepada Cendana News.
Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, dari data sementara kebakaran tersebut mengakibatkan 180 kios ludes terbakar. Dugaan sementara kebakaran disebabkan adanya hubungan arus pendek atau konsleting pada kios. Sedangkan untuk kerugiannya ditaksir mencapai Rp 800 juta rupiah. 
“Saat ini pendataan kerugian pedagang masih dilakukan, tapi laporan sementara kerugian sampai Rp 800 juta lebih,” pungkasnya. 
Lihat juga...