PKL Jalan Merdeka Bandung Tuntut Kesejahteraan dan Kesehatan

SELASA, 5 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Pasca direlokasi dari  Jalan Merdeka ke lantai dasar Gedung Bandung Indah Plaza (BIP) Kota Bandung, puluhan Pedangan Kaki Lima (PKL)  merasa mengalami kerugian. Menyikapi hal tersebut mereka menuntut kesejahteraan ekonomi kepada Pemerintah Kota (Pemkot).
Demo PKL
Tak hanya soal kesejahteraan, mereka juga merasa, berjualan di dalam Basement bisa mengancam kesehatan, karena sirkulasi udara yang tidak memadai. Karena itu, para PKL ini nekat berjualan kembali di trotoar.
“Dulu waktu pertama masuk ada 42 pedagang, ada yang bangkrut dan mundur, cuma yang bertahan sekitar 30 pedagang. Sekarang juga ada pedagang yang lagi sakit,” tutur salah satu PKL di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Tatang R, Senin (4/4/2016).
Lanjut Tatang, para pedagang juga kehilangan omzet sekitar 70 persen setelah direlokasi ke Basement BIP.
Tatang menyampaikan, sebenarnya pihak PKL menerimakan mau direlokasi dimanapun. Asalkan menempati tempat yang memadai juga ramai pengunjung.
“Kalau hari sabtu minggu memang ramai pembeli tapi gerahnya luar biasa. Itu juga yang laku pedangang yang paling depan dengan pintu masuk, karena itu kita inisiatif terapkan rolling dua hari sekali untuk lapak pedagang,” katanya.
Berdasarkan pantauan Cendananews, selain berjualan, para PKl juga membentangkan poster dengan kalimat-kalimat tuntutan di pinggir jalan. Aksi berakhir tepat pukul 17.00 WIB, seusai PKL menjalin komunikasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Lihat juga...