JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Banyaknya alat pertanian modern yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur rupanya tidak sepenuhnya diterima oleh petani setempat, salah satunya adalah alat perontok padi. Pasalnya selama ini kebanyakan para petani masih memilih menggunakan alat perontok tradisional.

Para petani di ujung timur Pulau Madura ini pada umumnya memelihara ternak, sehingga apabila mereka menggunakan alat perontok padi modern pada saat memanen padi, maka tidak bisa memanfaat jerami yang ada untuk dijadikan pakan ternak. Ketika menggunakan alat perontok modern potongan jerami yang dihasilkan pendek, sehingga ternak peliharaannya enggan memakannya.
“Ya kalau disini jarang petani yang menggunakan alat perontok padi modern, karena jerami dari padi itu akan diberikan terhadap ternak, makanya banyak yang menggunakan alat perontok tradisional. Jerami tetap panjang dan utuh, sebab bulirnya saja yang lepas dari ujung jerami,” kata Musahrul (35) salah seorang petani Kabupaten Sumenep, Jumat (1/4/2016).
Disebutkan, bahwa kebiasaan menggunakan perontok padi tradisional memang sudah sejak dulu. Meskipun pada saat ini banyak alat perontok padi modern yang lebih praktis dan tidak membutuhkan tenaga banyak manusia tidaklah mudah diterima oleh petani.
“Memang sudah banyak alat perontok padi modern, tapi petani banyak yang tidak mau gunakan itu, karena potongan jeraminya pendek, sedangkan petani juga membutuhkan jerami untuk dijadikan pakan ternak,” jelasnya.

Selama ini alat perontok padi yang digunakan oleh para petani di daerah ini masih terbilang tradisional, namun alat tersebut hanya ditambah mesin diesel untuk memutar roda kayu yang dipenuhi paku untuk merontokkan bulir padi dari tangkai pohon.