DPRD NTB Diminta Jangan Hanya Pandai Mengkritik

JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Turmuzi

MATARAM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta tidak sekedar pandai mengkritik, tapi juga diminta evaluasi diri dalam melaksanakan agenda sidang paripurna terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
Sidang paripurna pembahasan empat Ranperda
“Soal kedisiplinan waktu dan kehadiran pada sidang paripurna membahas empat buah Ranperda, Dewan jangan hanya pandai mengkritik eksekutif, tapi juga harus evaluasi diri, terutama terkait ketepatan waktu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Mohammad Faozal di Mataram, Jumat (1/4/2016).
Kritikan balik tersebut disampaikan Faozal menanggapi kritikan DPRD NTB sebelumnya terhadap dirinya dan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Derah (SKPD) yang dinilai tidak menghormati dewan.
Menurut Faozal, dirinya sebenarnya selalu hadir setiap pelaksanaan sidang paripurna DPRD NTB, tapi karena waktu yang selalu molor setiap pelaksanaan sidang paripurna, dirinya terpaksa meninggalkan ruang sidang, karena masih banyak pekerjaan yang menunggu dituntaskan.
“Hampir setiap sidang paripurna, pasti molor, yang undangannya jam 09.00 seringkali molor sampai jam 11.00 Wita, masa itu mau kita tunggu, sementara pekerjaan lain masih banyak menunggu,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin yang meminta dewan supaya bisa tepat waktu sesuai undangan.
Lihat juga...