KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
SUMBAWA — Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu daerah dengan penghasil jagung terbesar di Indonesia. Tahun 2015 saja produksi jagung NTB mencapai 955 ribu ton.
![]() |
| Ladang jagung |
Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) termasuk daerah utama penghasil komoditi jagung, selain Kabupaten Bima dan Dompu di Pulau Sumbawa NTB, di mana pada ahir juni 2015 saja, produksi jagung mencapai 135.450 yang tahun ini sudah mulai melakukan panen raya jagung di areal lahan seluas 10 ribu hektar.
Dengan luasan lahan dan besaran produksi jagung dihasilkan, petani jagung KSB pun berharap supaya bisa mendapatkan keuntungan pada musim panen tahun ini.
“Semua petani berharap agar pada musim panen tahun ini, harga penjualan jagung bisa menguntungkan petani dan tidak sampai mengalami kerugian” kata anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Balas Besar, Desa Pasir Putih Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Padil, Kamis (14/4/2016).
Padil sendiri memiliki luas lahan pertanian jagung di kawasan Balas Besar seluas satu hektar, di mana tahun lalu hasil mencapai delapan ton dengan harga jual 2.700 perkilo. Tahun ini padil pun berharap, selain hasil penen bisa lebih besar, keuntungan didapatkan juga menjanjikan.
Masiah, petani lain berharap supaya proses penjualan hasil panen jagung petani tahun ini bisa berjalan lancar, karena masalah penjualan selama ini kerap menjadi persoalan, kalaupun ada yang mau membeli maunya dengan harga murah.
“Meski bibit, pupuk termasuk obat – obatan diberikan secara gratis oleh Pemkab KSB dan pihak PT.NNT, tapi mulai dari proses penggarapan lahan, penanaman sampai musim panen kan menguras tenaga tidak sedikit, kalau dibeli murah, petani dapat untung apa, masa lelah saja,” ungkapnya.