Panen Cabai Warga Hatta Beralih Profesi Jadi Buruh Petik

SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Masa panen tanaman cabai di Desa Sumur Kecamatan Ketapang dimanfaatkan warga yang sehari hari berprofesi sebagai  petani beralih menjadi buruh petik cabai merah milik pemilik lahan tanaman cabai di wilayah tersebut. Sebagian warga bahkan sudah sejak pagi berangkat ke ladang cabai untuk melakukan panen cabai dengan sistem upah harian. Tawaran menjadi buruh cabai diminati karena upah yang lumayan sebesar Rp.75ribu perhari.
Kebun cabai
Salah satu buruh petik cabai, Maimunah mengaku upah yang ditawarkan cukup tinggi karena lahan yang akan dipanen cukup luas dan harga cabai di pasaran cukup baik bagi para pemilik tanaman cabai merah. Bersama lima belas buruh lainnya ia mengaku telah tiga kali memetik cabai merah dalam sekali musim tanam yang bisa melakukan beberapa kali panen dengan rata rata dua ton cabai sekali panen.
“Lumayan hasilnya mas daripada saya di rumah dan sebagai petani saat ini masih memasuki masa tanam tinggal tahap pemupukan sehingga bisa ditinggal, upahnya bisa untuk keperluan sehari hari,”ungkap Maimunah saat melakukan pemetikan cabai di Desa Sumur kepada Cendana News, Sabtu (16/4/2016).
Rata rata dalam sehari melakukan pemetikan cabai merah ia mengaku bisa memetik sebanyak 15 kilogram cabai yang memasuki tahap pematangan dengan ciri ciri sebagian cabai merah sudah berwarna hijau tua kemerahan. Cabai yang sudah hampir masak tersebut dikumpulkan dalam wadah wadah khusus yang dikumpulkan pemilik di karung karung dan selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan.
Upah sebesar Rp75ribu diungkapkan Maimunah dan beberapa pemetik cabai lainnya masih diberi bonus oleh pemilik cabai dengan memberi cabai merah hasil sisa sortiran. Cabai yang boleh dibawa pulang tersebut bahkan bisa bernilai puluhan ribu jika dibeli di pasar namun karena kualitas yang tidak masuk untuk dijual di pasar induk maka sebagian diberikan kepada pemetik cabai. Pemilik akan melakukan pemilahan cabai merah yang berkualitas untuk dijual ke pasar pasar induk Kramatjati di Jakarta dan sejumlah pasar tradisional di Lampung.
“Harga memang sedang membaik maka saya berani memberi upah harian dan bahkan saya memberi bonus pemetik bisa membawa pulang cabai merah yang tidak masuk untuk dijual ke pasar,”ungkap Joni, pemilik lahan cabai seluas satu hektar tersebut.
Joni menerangkan sebelum cabai tersebut dimasukkan karung, sang isteri yang juga berperan dalam memberi upah para pekerja langsung melakukan pemilahan cabai merah yang dipetik berdasarkan tingkat kematangan serta kualitas besar kecilnya cabai merah. Cabai yang dijual di pasar induk dipilih yang berukuran besar dan merah sementara cabai sisa sortiran dikirim untuk konsumsi pasar lokal.
Berdasarkan pantauan Cendana News, harga cabai merah dan cabai jenis lain di sejumlah pasar tradisional di Lampung mengalami peningkatan harga dibandingkan pada harga cabai dibulan sebelumnya.
Salah satu pedagang tradisional di pasar Pematang Pasir Kecamatan Ketapang, Amin mengaku pada bulan ini harga cabai rawit merah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada kisaran beberapa ribu per kilo gramnya atau naik sekitaran Rp. 30rb dibanding bulan sebelumnya.
“Kurangnya pasokan air sehingga beberapa lahan pertanian mengalami kekeringan dan pasokan dari petani membuat harga mengalami kenaikan di sejumlah pasar,”ungkapnya.
Para pedagang mengaku belum menurunkan harga cabai karena para pemasok sudah mematok harga tinggi. Mereka berharap harga cabai di pasaran bisa membaik agar daya beli masyarakat untuk komoditas bumbu dapur tersebut lebih membaik. Sebab selama harga naik masyarakat membeli cabai dalam jumlah sedikit.
Tingginya harga cabai merah tersebut di satu sisi menguntungkan para pemilik lahan pertanian tanaman cabai seperti Joni. Ia mengakui membaiknya harga cabai pada bulan ini menjadi penutup kerugian yang dialaminya pada musim tanam sebelumnya.
Ia mengaku modal untuk menanam cabai bisa mencapai puluhan juta rupiah mulai biaya penyiapan lahan,operasional perawatan, selama masa tanam hingga pasca panen. Saat harga anjlok Joni mengaku mengalami kerugian cukup signifikan namun dengan harga yang membaik bulan ini bisa digunakan untuk menutup kerugian di musim tanam sebelumnya.
Lihat juga...