Kebun Binatang Surabaya Targetkan Akreditasi B di 2016

SENIN, 18 APRIL 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA — Meski saat ini Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih ter-akreditasi D atau akreditasi paling rendah, pihak manajemen bertekad untuk meraih akreditasi B tahun ini sebagai kado ulang tahun yang ke-100.
Pjs Dirut KBS, Aschta Boestani Tajudin
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) KBS, Aschta Boestani Tajudin menjelaskan, peningkatan status akreditasi ini penting, mengingat dengan adanya akreditasi yang bagus bisa menjalin kerjasama dengan Lembaga Konservasi (LK) luar negeri.
“Akreditasi D diraih KBS saat 13 Agustus 2014, setelah 2 tahun baru bisa dievaluasi kembali. Targetnya tahun ini akreditasi KBS jadi B, bulan Oktober atau November biasanya tim penilai berangkat untuk memeriksa langsung kondisi KBS,” ujarnya kepada Cendana News di Surabaya, Minggu (17/4/2016).
Menurut Aschta, predikat akreditasi terendah yang sekarang melekat di KBS bukan karena kondisi tempat namun lebih kepada manajemen KBS yang sempat ricuh.
“Semakin ricuh maka akreditasi tidak naik kelas,” cakapnya.
Aschta yakin KBS bisa mendapatkan akreditasi B tahun ini. Kriteria penilaian akreditasi sendiri mulai dari manajemen tehnis, pengelolaan, perawatan, kesehatan, administrasi manajemen umum dan manajemen keuangan yang kesemuanya harus tertulis.
Keyakinan Aschta KBS bisa meraih akreditasi B dilihat dari salah satunya keanekaragaman satwa yang ada di KBS sudah mencapai 182. 
“Saya cukup percaya diri, KBS modalnya banyak, 100 tahun bukan kebun binatang main-main. Keanekragaman satwa di Ragunan yang luasnya hampir 100 hektare keanekaragamannya hanya 100,” tegasnya.
Dijelaskan, LK luar negeri seperti dari Eropa sudah ‘melirik’ komodo dan curik bali. Mereka bahkan sudah sering meminta saran bagaimana membangun kandang komodo dan curik bali yang sesuai hingga makanan dan asupan nutrisinya.
“Tapi saya tidak berani memberikan keputusan kan soalnya masih D, tinggal kewenangannya Menteri,” ungkapnya.
Disebutkan juga, adanya akreditasi yang baik bagi KBS akan membawa dampak positif mulai dari hibah, tukar-menukar satwa dengan sesama LK yang ada di dalam negeri. Sedangkan kerjasama dengan luar negeri dengan cara ‘breeding lone’. Artinya satwa tertentu ‘dipinjamkan’ dalam jangka waktu 10 tahun dikembalikan ke LK asal.
“Kalau satwa tersebut melahirkan pun anaknya juga dikembalikan,” paparnya.
Lihat juga...