Festival Bulak 2016, Walikota Surabaya: Warga Harus Aktif

MINGGU, 3 APRIL 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA — Festival Bulak 2016 ini dipusatkan di Sentra Ikan Bulak (SIB) dan kawasan Pantai Kenjeran mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan diisi dengan acara bakti sosial, lomba perahu nelayan, lomba rumah nelayan, lomba layar anak-anak, lomba peragaan busana, lomba senam serta makan ikan. 
Festival Bulak 2016
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyebutkan, Festival Bulak 2016 ini yang digagas oleh Komunitas Bicara Surabaya bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serta menggandeng Camat Bulak dan Lurah Kedung Cowek, Surabaya diharapkan menjadi motivator untuk aktif dalam berusaha.
“Acara ini bertujuan untuk bisa menggandeng masyarakat Bulak agar bisa menjadi tuan dan nyonya di negeri sendiri, saya tidak mau warga hanya jadi penonton. Warga harus aktif,” cakapnya.
Risma pun menjelaskan sejak tiga tahun lalu dibangun SIB sepi dari pedagang, dirinya memberikan kesempatan hingga akhir Bulan April ini. Jika tidak ada yang mau menempati maka nantinya warga Pasar Pabean lah yang akan menempati SIB.
“Warga Pabean itu berkirim surat ke saya sejak 2 tahun lalu, tapi saya tidak tanggapi karena saya lebih peduli ke warga Bulak,” tukasnya.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini 
Perempuan berkerudung ini juga berjanji tidak akan membuka jembatan Kenjeran sebelum warga Bulak mau pindah ke SIB. Dirinya juga menjanjikan bahwa SIB dipastikan akan menjadi sentra UKM baru yang memberikan keuntungan berkali-kali lipat.
“Saat saya renovasi Taman Bungkul saya dilempari batu kecil oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL), tapi akhirnya mereka sekarang sadar bahkan per hari penghasilannya Rp 27 juta per hari mengalahka restauran,” imbuhnya.
Risma ingin membangun roda perekonomian masyarakat dengan cara mengajak warganya turut aktif tidak hanya sebagai penonton. Risma bahkan ingin membuka taman dan wahana bermain air baru di Kenjeran dengan banana boat. Tiap Sabtu-Minggu nelayan diharapkan bisa menyewakan perahunya untuk wisata perahu nelayan.
“Kalau ingin merubah nasib harus mau berubah jangan jadi nelayan tradisional jadi ada inovasi baru,” pungkasnya.
Mantan Kepala Badan Pengembangan Kota (Bapeko) Surabaya ini juga memerintahkan warga Bulak yang berprofesi sebagai penjual ikan bakar mau pindah tempat ke SIB dari sebelumnya yang berjualan dipinggir jalan.
“Kalau pedagang mau pindah ke SIB saya yakin, roda perekonomian mereka akan semakin baik. Masalahnya kalau dijalan begitu jualannnya kan tingkat kebersihan tidak terjamin, kalau disini kan terjamin dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” tandasnya.
Lihat juga...