Ekspedisi Elang Nusa Jelajahi Menara Siger di Ujung Selatan Sumatera
SELASA, 26 APRIL2016
LAMPUNG — Melintasi beberapa provinsi di Indonesia, dengan tujuan mengeksplore tempat wisata, akhirnya Ekspedisi Elang Nusa yang digagas Telkomsel salah satu operator seluler di Indonesia, sampai di salah satu destinasi wisata di Lampung, Pulau Sumatera.

Salah satu operator seluler Telkomsel sebelumnya telah melepas dua buah drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) berukuran besar, untuk menjelajahi 50 kota dari angkasa dalam program ambisius Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa).
Kedua drone tersebut diterbangkan dari Sabang dan Merauke, menempuh jalur sepanjang 8.500 km untuk menayangkan video streaming, menggunakan jaringan broadband 4G LTE yang akan menyiarkan keindahan bumi pertiwi dari langit Nusantara.
Penerbangan drone tersebut dilakukan selama satu bulan penuh, mulai dari 14 April ini hingga 14 Mei 2016 mendatang. Kedua drone tersebut akan terbang dan bertemu di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Saat ini elang barat baru sampai di ujung Selatan Pulau Sumatera, setelah sebelumnya melintasi beberapa tempat di Pulau Sumatera.
“Khusus di Lampung kami mengeksplore beberapa tempat wisata, diantaranya pantai pasir putih, tugu bundaran selamat datang Lampung dan terakhir di tugu nol Pulau Sumatera di Lampung Selatan yang ada di Menara Siger,“ kata Fauziah Trisnantari, Marketing Communication PT Telkomsel saat ditemui media Cendananews.com di Menara Siger Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa(26/4/2016)
Fauziah juga mengatakan, Elang Nusa adalah ekspedisi terbesar dan pertama di angkasa Indonesia. Ini merupakan pembuktian atas keunggulan layanan broadband Telkomsel yang tersebar hingga ke berbagai lokasi di Indonesia.
“Jaringan broadband 4G Telkomsel yang terluas dan tercepat akan mendukung ekspedisi ini, sehingga masyarakat dapat melihat keindahan Indonesia dari udara, hasil dari video yang ditangkap oleh drone yang kami terbangkan,” jelas Fauziah.
Dalam ekspedisi Elang Nusa ini, dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,4 meter akan diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8.500 Km.
Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded.
Elang Barat akan memulai perjalanan dari Sabang dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Sabang, Banda Aceh, Sumatera Utara,Riau, Jambi, Palembang, Lampung. Selanjutnya menyeberang ke Pulau Jawa. Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.
Di akhir perjalanan kedua drone akan bertemu dan mendarat di Denpasar. Selain menangkap berbagai keindahan alam Indonesia, dalam perjalanannya, Elang Barat dan Elang Timur juga akan menyapa masyarakat yang berada di kota-kota yang dilewati.
Fauziah menjelaskan, bahwa Elang Nusa juga merupakan bukti nyata, salah satu operator di Indonesia yang berkomitmen untuk membangun berbagai daerah di Indonesia, melalui ketersediaan jaringan seluler.
Operator seluler di Indonesia itu pun sengaja memilih Sabang dan Merauke yang berada di ujung Timur dan ujung Barat Indonesia, sebagai titik awal ekspedisi ini, sehingga masyarakat dapat melihat keunggulan jaringan broadband Telkomsel yang terbentang hingga penjuru Tanah Air.

Di sisi lain, Elang Nusa juga menjadi bagian dari uji jaringan broadband yang dilakukan Telkomsel, guna menjaga kualitas terbaik mobile broadband, baik 4G maupun 3G, bagi pelanggan dimana pun mereka berada.
Telkomsel terus fokus pada peningkatan kualitas jaringan mobile broadband, guna memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan dalam menikmati layanan data.
Seperti diketahui, layanan data saat ini terus diadopsi oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi layanan data di jaringan Telkomsel sendiri naik sekitar 110% selama tahun 2015, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penggunaan smartphone serta hadirnya berbagai aplikasi digital.
Saat ini jumlah pelanggan data Telkomsel mencapai 75 juta atau sekitar 50% dari total pelanggan, dan didukung oleh pertumbuhan penggunaan smartphone di Telkomsel adalah sebesar 60%.
Untuk melayani pelanggan dengan kualitas terbaik, Telkomsel terus berkomitmen untuk melakukan penambahan infrastuktur jaringan ke berbagai lokasi. Selama tahun 2015, jumlah BTS Telkomsel tumbuh sebesar 20% mencapai 103,000 BTS yang tersebar ke seluruh penjuru Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 50% merupakan BTS broadband (3G dan 4G) yang akan mendukung pelanggan mendapatkan layanan data yang terbaik. Di tahun 2016 Telkomsel berencana menambah 13.000 BTS yang hampir keseluruhannya adalah BTS broadband.
“Berkat kehadiran mobile broadband, saat ini masyarakat Indonesia pun semakin terhubung satu sama lain, dan menjadi bagian dari global society yang tak berbatas. Kehadiran layanan broadband dari Telkomsel yang berkualitas di berbagai daerah di Indonesia, kami harap akan mendorong produktivitas masyarakat dan pembangunan bangsa diberbagai aspek, seperti dari sisi ekonomi, pariwisata, industri kreatif, dan lainnya,” ungkap Fauziah.
Ekspedisi Langit Nusantara tersebut bisa dilihat secara streaming melalui laman resmi Telkomsel dari pukul 10:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB dan memperlihatkan keindahan bumi Indonesia dari udara.
Pilot drone jenis UAV, Jim, mengungkapkan kemampuan penerbangan UAV maksimal selama tiga jam di udara dan dilengkapi video streaming yang bisa diakses oleh pelanggan Telkomsel.
Beberapa kendala yang ditemui, diantaranya kondisi cuaca yang tak bersahabat selama proses penerbangan drone. Selain lokasi wisata drone juga diterbangkan untuk melihat kondisi kota setempat di beberapa lokasi di Indonesia yang di lalui ekspedisi elang nusantara.
(Henk Widi)