SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Menangkal paham radikal menghampiri warga di pedesaan, Direktorat Kepolisian Perairan Polda Lampung melakukan pembinaan dan penyuluhan dalam rangka quick wins renstra 2015-2019. Sosialisasi tersebut salah satunya dilakukan di Dusun Keramat Desa Sumur Kecamatan Ketapang.
![]() |
| Spanduk sosialisasi |
AKBP Huari Muis selaku Kasatrolda Ditpolair Kepolisian Daerah Lampung mengungkapkan, kegiatan penyuluhan masyarakat pesisir merupakan program penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila, dengan sasaran warga di wilayah pinggir pantai. Selain sebagai wilayah terdepan yang berhubungan dengan laut potensi penyusupan serta berkembangnya paham radikal perlu diwaspadai melalui jalur laut.
”Kegiatan sosialiasi oleh Polair Polda Lampung dilakukan estafet di beberapa kabupaten di Lampung khususnya di wilayah pesisir dan sudah berjalan empat bulan ini hingga akhir tahun,”ujar AKBP Huari Muis saat sosialisasi di Dusun Keramat Desa Sumur Kecamatan Ketapang,Selasa (19/4/2016)
Ia mengungkapkan, paham radikal anti Pancasila belum ditemukan di wilayah pesisir Lampung, namun upaya pencegahan (preventif) perlu dilakukan sedini mungkin.
Terkait pembinaan dan penyuluhan tersebut, Komandan Kapal XXV-2003 yang siaga di Dermaga Keramat , Brigpol Waratadi menyebutkan, dalam sosialisasi juga mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam upaya pencegahan tindak pidana di perairan, baik umum maupun khusus, diantaranya tindak pidana perikanan; penangkapan ikan ilegal (ilegal fishing), penambangan (ilegal mining), selain itu pencegahan tindak pidana penggunaan bahan peledak yang dilakukan untuk proses penangkapan ikan.
Keterbatasan Sarana dan Prasarana Polair Maskimal Bekerja
Meski dengan garis pantai dan jangkauan pulau pulau di perairan Lampung, diakui Wartadi, Polair saat ini memiliki keterbatasan dalam sarana dan prasarana. Saat ini armada kapal yang dimiliki Ditpolair Polda Lampung terdiri dari sekitar 21 kapal patroli besar dan kecil jenis C2 dan C3.
“Meski sarana terbatas, namun kegiatan patroli di perairan untuk pencegahan tindak pidana di perairan rutin kita lakukan setiap hari”ujarnya.
Bahkan belum adanya dermaga khusus untuk sandar kapal patroli, membuat kapal kapal patroli harus bersandar di dermaga dermaga tradisional milik nelayan.