RABU, 13 APRIL 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Bobby Andalan
BALI — Dalam upaya penanganan, penanggulangan serta memberi pelayanan yang cepat mengatasi bencana menuju Kota Denpasar yang aman, nyaman dan sehat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar melaksanakan pelatihan dan penanggulangan sarana dan prasarana pasca bencana di Kota Denpasar yang diikuti 43 peserta dari Forum Pecalang seluruh desa/kelurahan di Kota Denpasar pada Rabu (13/4) di Hotel Oranjje Denpasar.
![]() |
| Pelatihan penanggulangan bencana |
Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah Kota Denpasar, dr I Made Sudhana Satrigraha yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, pelatihan dan penggunaan sarana dan prasarana pasca bencana bertujuan untuk mempercepat pelayanan pada masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan pertama. Selain itu juga pecalang yang merupakan pengamanan di masing-masing Desa/Kelurahan langsung bisa berkoordinasi dengan perangkat BPBD Kota Denpasar.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini merupakan meningkatkan kapasitas dari setiap pecalang-pecalang yang ada di Kota Denpasar, dalam konteks ini merupakan capasity building serta pemahaman dari setiap pecalang akan lebih meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut Sudhana mengatakan selain BPBD yang merupakan instansi dalam penanggulangan bencana juga dibutuhkan sinergitas dari masyarakat atau konteks ini Forum Pecalang dari masing-masing desa/kelurahan dalam mempercepat penjegahan dan penanggulangan serta melatih dalam situasi normal agar kapasitasnya meningkat.
“Ketika ada bencana kita bisa menggerakan orang–orang yang sudah terlatih, serta sinergitas antara pemerintah, swasta, serta lembaga masyarakat bisa saling bahu membahu,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Panitia Pelatihan dan Penggunaan Sarana dan Prasarana Pasca Bencana, AA Bagus Punarbawa mengatakan, dengan diadakannnya pelatihan seperti ini, pecalang di setiap desa/kelurahan di Kota Denpasar sudah menjadi desa/kelurahan yang tangguh.
BPBD Kota Denpasar tidak bosan-bosan dalam meningkatkan kapasitas yang ini dicerminkan dengan di ruang kelas dilaksanakan pelatihan seperti life saving tentang kesahatan bagaimana menolong korban sebelum petugas sampai di lokasi, memberi pertolongan pertama (P3K) dan kemudian setiap tahun di dalam rangka menyongsong ulang tahun pemkot membuat lomba-lomba yang melibatkan elemen masyarakat.
“Harapan kami makin banyak SDM yang terlatih seperti ini otomatis penanggulangan bencana bisa dipercepat serta mudah dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat,” katanya.