SENIN, 18 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Banyaknya daerah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur perlu menjadi perhatian serius. Jalur transportasi menuju pulau tersebut sangat rawan dijadikan tempat transaksi peredaran barang terlarang.
![]() |
| Bambang Sutrisno, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep |
“Memang pada dasarnya kebanyakan peredaran narkoba itu kepulauan, karena kepualaun melalui jalur laut sehingga memang harus diwaspadai, karena bisa saja transaksinya di tengah laut,” kata Bambang Sutrisno, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, Senin (18/4/2016).
Disebutkan, bahwa selama ini memang banyak informasi beredar di masyarakat bahwa kepulauan menjadi lahan empuk penyalahgunaan narkoba, namun ketika dilakukan evaluasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah ini ternyata tidak sesuai dengan informasi yang berkembang.
“Karena ketika kami menugaskan staf untuk melakukan evaluasi di kepulauan ternyata tidak ada apa-apa disana. Jadi untuk sementara kalau kasus antara kepulauan dan daratan kami tidak melakukan penelitian, tapi terus terang saja kami telah melakukan pemetaan kepulauan,” paparnya.
Sampai sekarang memang banyak masyarakat yang mengeluh bahwa daerah kepulauan menjadi sarang penyalahgunaan barang haram tersebut, tetapi hal itu tidak semerta-merta bisa dibenarkan, perlu penelitian lebih lanjut agar dapat memastikan kebenarannya. Apabila hanya berdasarkan informasi tanpa mengedepankan fakta akan dapat menimbulkan kesimpulan yang sesat.
Pihaknya berharap kepada seluruh elemen untuk berpartisipasi aktif dalam ikut mengawa maraknya penyalahgunaan narkoba di daerah ini, sehingga kedepan generasi penerus bangsa yang ada tidak mudah terpengaruh oleh barang berbahaya tersebut.